Buang-buang Sisa Makanan Tidak Mencontoh Nabi SAW

Masyakat yang tinggal, khususnya di perkotaan, banyak yang meremehkan sisa makanan. Meski masih tersisa banyak, namun dengan semaunya mereka membuangnya ke tempat sampah. Padahal jutaan warga miskin di berbagai penjuru dunia sangat membutuhkan makanan karena kemiskinan dan bencana.

Tempat-tempat buangan sisa-sisa makanan tersebut disinyalir banyak didapatkan di berbagai pusat kuliner seperti kafe, restoran, mal, dan hotel-hotel. Sisa-sisa makanan itu pun tak boleh dibawa pulang oleh para karyawannya, malah dibuang begitu saja ke tempat buangan limbah. Padahal, kondisi makanannya masih segar dan sangat layak dikonsumsi.

Perilaku memubazirkan makanan itu jelas dicela oleh Nabi Muhammad SAW. Beliau sangat hati-hati dalam menyantap makanan dan minuman, termasuk jika saat makan ada sedikit yang terjatuh, beliau pun langsung memungutnya, lalu membersihkannya, lantas memakannya kembali. Sabdanya, “Apabila salah seorang dari kamu makan, kemudian suapannya jatuh dari tangannya, hendaklah ia membersihkan apa yang kotor darinya lalu memakannya, dan janganlah ia membiarkannya untuk (dimakan) setan” (Al-Hadits)

Begitu pula, meski makan sudah habis, tetapi Rasulullah berupaya membersihkan sisa-sisa yang menempel di jari-jarinya. Hal ini sebagaimana disabdakan, “Dan janganlah ia mengusap tangannya dengan mindil/serbet hendaklah ia menjilati tangannya, karena seseorang itu tidak mengetahui pada makannannya yang mana yang mengandung berkah untuknya,s esungguhnya setan itu selalu mengintai untuk merampas harta manusia dari segala penjuru hingga di tempat makannya. Dan janganlah ia mengangkat shahfahnya hingga menjilatinya dengan tangan, karena sesungguhnya pada akhir makanan itu mengandung berkah”.(Al-Hadits).

Hal ini begitu kontras dengan era modern dimana sebagian besar warga dunia tidak mengamalkan ajaran Islam, sehingga gaya hidup, khususnya dalam hal makan pun berbeda jauh dengan ajaran Nabi SAW.

Baru-baru ini lembaga-lembaga di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa meluncurkan kampanye untuk mengurangi makanan mubazir dan sampah makanan di tingkat global, yang saat ini mencapai 1,3 milyar ton setiap tahun, atau lebih dari empat kali jumlah yang diperlukan untuk menanggulangi kelaparan di seluruh dunia!

Food and Agriculture Organization (FAO) meyakini bahwa sepertiga dari seluruh makanan yang diproduksi, bernilai sekitar US$1 trilun itu hilang atau terbuang selama proses produksi dan konsumsi.

Karena itu angka kemubazirannya yang tinggi itu United Nations Environtment Program (UNEP) dan FAO beserta rekan lembaga lainnya melancarkan kampanye bertajuk “Think-Eat-Save Reduce Your Foodprint” untuk mengubah kebiasaan penduduk dunia yang mengakibatkan mubazirnya berton-ton makanan setiap tahun. Kampanye diresmikan pada hari Selasa 22 Januari 2013 di Jenewa, Swiss.

Kampanye tersebut ditujukan terutama untuk kalangan konsumen, penjual makanan, serta pelaku industri hotel dan restoran, yang didasarkan pada tiga rekomendasi aksi yaitu pikir, makan dan hemat. (w-islam.com/dari berbagai sumber)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>