Belum Ada Perhatian Signifikan terhadap Muslim Rohingya

Belum ada perubahan signifikan terhadap nasib Muslim Rohingya di Myanmar pasca kerusuhan tahun lalu. Menurut laporan relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Andika P Swasono, pemerintah Myanmar masih disibukkan dengan perlawanan 11 etnis bersenjata di sana.

Bahkan menurutnya,  sekitar sepekan lalu ada penyerbuan militer Myanmar ke etnis Kachin. Situasi politik internal Myanmar membuat fokus kepada rekonsiliasi Etnis Rohingya terbengkalai.

“Salah satu yang sangat menolong adalah dibukanya akses international untuk bantuan kemanusiaan di Rohingya,” jelasnya kepada hidayatullah.com dari Rohingya, Jumat (01/02/2013).

Sejauh ini menurut laporannya, tim ACT memberikan bantuan kepada Muslim Rohingya di Malaysia, Bangladesh, Thailand dan Myanmar. Di Myanmar sendiri berpusat pada daerah Se Tha Ma Gyi dan Dar Pi barat laut – utara Sittwe hingga ke pengungsian kecil di sekitar kota Sittwe).

“Pengungsi Rohingya yang di Indonesiapun tak luput dibantu ACT, antara lain bahan pangan dan daging qurban waktu pelaksanaan Global Qurban 2012,” tambahnya lagi.

Saat ini untuk di daerah Se Tha Ma Gyi dan Dar Pi sendiri ACT telah menyalurkan bantuan berupa 200 shelter untuk 200 keluarga, bahan pangan, selimut, pakaian dan perlengkapan sekolah.

Sementara menurut Andhika, kasus intimidasi dari kelompok ekstremis Rakhine kepada Muslim masih sering terjadi. Namun memang fakta ini sering tidak diungkapkan media. Kaum Muslim Rohingya sering menjadi bulan-bulanan intimidasi kekerasan ketika ada kasus-kasus sensitive terjadi terkait sentiment agama yang belum juga terselesaikan. (sumber: hidayatullah.com/1/2/2013)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>