Tawakal kepada Allah untuk Kebahagiaan Dunia-Akhirat

Tawakal kepada Allah memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap tercapainya sebuah keberhasilan, baik keberhasilan dunia maupun akhirat. Allah berfirman, “Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS. Ath-Thalaaq: 3)

Yang dimaksud dengan tawakal adalah percaya akan pertolongan dan dukungan Allah. Sikap tawakal harus dibarengi dengan sikap menempuh segala macam usaha dan ikhtiar. Tawakal kepada Allah termasuk salah satu pondasi dasar keimanan. Allah berfirman, “Hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (Al-Maa`idah: 23)

Beberapa hal yang dikandung dalam kata tawakal:

1.         Sebuah pengakuan akan kelemahan dan keterbatasan kemampuan manusia dan pengakuan akan kekuatan, kekuasaan dan keagungan Allah.

2.         Sebuah sikap meminta pertolongan dari Zat Yang Memilikinya, Allah sehingga Allah mengutus seseorang yang akan membantu dan mengarahkan langkahnya serta meringankan beban dan menyingkat waktu yang dibutuhkannya sebagai rahmat untuk dirinya. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang meminta jabatan hakim dan meminta bantuan kepada orang lain untuk mendapatkannya, ia akan dibiarkan tanpa ada yang membantu. Namun, barangsiapa yang tidak meminta jabatan hakim dan tidak meminta bantuan kepada orang lain untuk mendapatkannya, Allah menurunkan kepadanya seorang malaikat yang membantu dan mengarahkannya kepada kebenaran.” (HR. Abu Dawud)

3.         Dengan tawakal, seseorang bisa terhindar dari keteledoran, kekeliruan atau gangguan di dalam melakukan sebuah usaha berkat keberkahan sikap tawakal dan meminta pertolongan kepada Allah.

4.         Tawakal mampu memberikan semacam kedamaian jiwa kepada orang yang bertawakal, karena ia telah melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya dan selanjutnya ia tinggal menyerahkan semuanya kepada Allah dan berdoa kepada-Nya semoga ia diberi pertolongan dan keberhasilan dan Allah pun tidak menyia-nyiakan dirinya.

5.         Sikap tawakal kepada Allah memiliki rahasia yang sangat menarik di dalam menjadikan seseorang bisa meraih pertolongan dan keberhasilan, baik dalam hal bepergian, usaha dagang, perjuangan atau usaha mencari sesuatu. Rasulullah SAW bersabda, “Jika ada seseorang keluar dari rumahnya, lalu ia berdoa, ‘Dengan menyebut asma Allah.Saya bertawakal kepada Allah, tiada daya upaya dan kekuatan kecuali atas kuasa dan izin Allah.’ Ketika itu dikatakan kepadanya, ‘Kamu diberi petunjuk (kepada jalan yang benar), kamu diberi kecukupan dan ditanggung serta kamu dijaga.’ Lalu setan pun menjauh darinya, lalu ada setan lainnya berkata kepada setan pertama, ‘Bagaimana kamu bisa menggoda dan menyesatkan seseorang yang telah diberi petunjuk, diberi kecukupan, ditanggung, dan dijaga?’” (HR. Abu Dawud)

Arti tawakal adalah yakin dan percaya akan bantuan dan pertolongan Allah. Ini berarti bahwa tawakal adalah amalan hati. Berdasarkan hal ini, tawakal hanya berlaku di dalam amal yang diridhai atau diperbolehkan oleh Allah. Karena pada dasarnya amal perbuatan setiap mukmin memang tidak boleh keluar dari koridor ini, namun dianjurkan hendaknya sikap tawakal dibarengi dengan amal lisan, seperti membaca Basmalah, Hamdalah dan doa yang bisa menjadikan seseorang terhubung dengan Allah.

Rasulullah SAW bersabda, “Setiap ucapan atau amal perbuatan mulia yang tidak diawali dengan menyebut nama Allah, ucapan atau amal perbuatan tersebut terpotong.” (HR Ahmad)

Membaca Basmalah dan bertawakal kepada Allah  berarti meminta izin dan restu dari Allah dalam menjalankan suatu amal, sehingga amal yang dilakukan tersebut pun menjadi legal atau telah sesuai dengan aturan, karena ia telah meminta izin dari Zat Yang Maha Memiliki segala sesuatu.            Mungkin ada orang mengatakan apa hubungannya iman kepada Allah dan tawakal kepada-Nya dengan sebuah keberhasilan. Sedangkan kita menyaksikan banyak orang kafir yang sukses meraih keberhasilan, padahal mereka bukanlah orang-orang yang beriman dan bertawakal. Jawabannya adalah:

Pertama, kami tidak mengatakan bahwa keimanan adalah syarat seseorang sukses meraih keberhasilan, akan tetapi keimanan adalah salah satu pilar keberhasilan.

Kedua, terkadang seseorang sukses meraih keberhasilan jika ia memang mengerahkan segala tenaga dan kemampuan yang disyaratkan. Karena Allah menghubungkan keberhasilan di dunia dengan amal dan usaha, baik ia orang mukmin maupun orang kafir. Akan tetapi orang mukmin yang bertawakal kepada Allah mungkin bisa sukses meraih keberhasilan dalam waktu yang lebih singkat dan dengan tenaga yang sedikit. Karena Allah menyediakan untuknya sebab-sebab keberhasilan dan menghilangkan berbagai hambatan dan kesulitan. Orang mukmin adalah orang yang berjalan sesuai dengan kehendak Zat Yang Maha Memiliki, sehingga hal-hal yang ada menjadi tunduk dan mudah baginya kecuali jika Allah menghendaki lain.

Rasululah SAW bersabda, “Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenarnya, Dia akan memberi kalian rezeki seperti Dia memberi rezeki kepada sekawanan burung yang pergi pada pagi hari dalam keadaan perut kosong dan kembali pada sore hari dalam keadaan perut penuh dengan makanan.” (HR Ibnu Majah)

Tawakal adalah sebuah sikap yang harus dimiliki setiap orang muslim karena berarti kita telah menjadi hamba yang ikhlas dan ridha dengan ketentuan Allah SWT. Selain itu harus dibarengi dengan ikhtiar dan doa. Wallahu’alam bisshawab. (w-islam.com//dbs)


One Response to Tawakal kepada Allah untuk Kebahagiaan Dunia-Akhirat

  1. Abu Laila says:

    Untuk memperoleh tawakal diperlukan mujahadah yang sungguh2. Jika tidak maka tawakal itu tidak akan mencapai bentuk yang sempurna. Menurut ana, jalan tawakal itu sangat berliku dan mendaki. Kadang seorang hamba dengan mudahnya memperoleh tawakal pada satu kejadian / musibah. Tapi diwaktu lain ybsk belum tentu selamat dengan bisa tawakal pada kejadian yang mungkin dianggapnya lebih berat. Disitulah fungsi ikhlas digunakan. Ikhlas meyakini bahwa taqdir Allah yang terjadi adalah yang terbaik menurut Allah bukan menurut akal seorang hamba. Beruntunglah orang2 yang Allah jadikan hatinya tawakal sebagaimana burung2. Allah memilih berdasarkan ilmu-Nya dan tidak mungkin Allah salah dalam berbuat. Jadi memang tawakal perlu latihan, dan berdoa agar Allah memberikan tawakal yang utuh kepada kita. Syukrn tuk admin

Leave a Reply to Abu Laila Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>