Menjalani Hidup dengan Zuhud

Sebuah kata yang sering kita dengar namun terkadang kita sendiri lebih sering tidak paham makna yang terkandung di dalamnya. Rasulullah dan sahabat-sahabatnya merupakan anutan bagi kita dalam menyikapi dunia dan akhirat. Keteladanan mereka tentang hal itu terangkum dalam sebuah kata yang kerap kita dengar: zuhud.

Abdullah bin Mas’ud berkata, “Rasulullah tidur di atas tikar dan ketika bangun berbekaslah tikar itu di pinggangnya. Lalu kami berkata, ‘Ya Rasulullah, bagaimana bila kami buatkan untukmu kasur yang empuk?’ Nabi menjawab, ‘Untuk apakah dunia bagiku, aku di dunia ini bagaikan seorang yang bepergian, berhenti sebentar bernaung di bawah pohon, kemudian pergi meninggalkannya.’” (HR Bukhari)

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta dan benda, tetapi kekayaan sebenarnya ialah kaya hati.” (HR Bukhari-Muslim)

Hadits di atas menggambarkan kesederhanaan Rasulullah SAW. Meskipun kita tahu bahwa Muhammad SAW itu adalah pedagang yang kaya. Bayangkan saja ketika Beliau melamar Khadijah r.a. untuk menjadi istrinya, Beliau menyiapkan seratus ekor unta sebagai maharnya. Bukankah itu pertanda Muhammad SAW adalah orang yang kaya? Kekayaan Rasulullah tersebut tidak dipamerkan kepada khalayak, akan tetapi Beliau pergunakan untuk membantu yang lemah dan dhuafa.

Begitu pula sahabat-sahabat yang mengikuti jejak kezuhudan Rasulullah SAW. Mereka, meskipun kaya, tidak ubahnya seperti orang miskin yang tidak berpunya. Bersikap santai dan sederhana. Mereka jadikan Nabi SAW sebagai uswah yang baik dalam menjalani kehidupan.

Perhatikan kisah Abdurrahman bin Auf, meskipun hidup berkecukupan tetapi begitu dermawan dan berpenampilan sederhana, layaknya bukan seorang saudagar kaya. Ketika bersama-sama dengan pelayannya, orang yang tidak mengenalnya tentu tidak akan bisa membedakan yang mana Abdurrahman bin Auf.

Perhatikan pula Abu Bakar Ash-Shiddiq memberikan seluruh hartanya di jalan Allah, sehingga ketika Rasulullah bertanya apa yang dia tinggalkan untuk keluarganya, Abu Bakar menjawab, “Allah dan Rasul-Nya.” Nampaklah bahwa zuhud telah menjadi pakaian mereka dan dengan itu pula mereka meraih kemenangan demi kemenangan.

“… maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia melalaikan/memperdayakan kamu dan janganlah pula setana memperdayakan kamu dari mengingat Allah.” (QS Fathiir: 5)

Zuhud yang umum kita pahami adalah mengambil secukupnya akan apa yang ada di dunia dengan kesadaran dan harapan bahwa kebahagian serta kepuasan yang tak terhingga nanti akan diperoleh di akhirat. Sikap zuhud akan membentuk seseorang  menjadi pribadi yang qana’ah dalam kesulitan dan kekurangan sekaligus sederhana dan hemat dalam kelapangan dan kelebihan. Ungkapan ala kadarnya merupakan bahasa zuhud yang memang tidak bisa diterapkan sama bagi setiap orang.

Tatkala kita telah mampu zuhud dengan sebenar-benarnya zuhud, saat itulah sebenarnya kita telah berbakti menghidupkan sunnah Rasulullah SAW. Dengan begitu semua orang pun akan zuhud pada kita. Mereka tidak akan menuntut lebih dari apa yang kita sanggupi, karena kita telah berupaya semampu kita memahami apa yang mereka ingini. Bila kemudian suatu saat kita mendapati saudara kita belum menjalankan zuhud sepenuhnya, jangan benci dia. Datangi dia, komunikasikan dengan baik dan doakanlah. Semoga Allah SWT mengembalikannya menuju jalan Islam yang sesuai dengan tuntunan Nabi-Nya.

Kalau kita perhatikan kondisi sekarang, sudahkah kita berlaku zuhud meskipun kita orang yang berkecukupan? Jawabannya ada pada diri Anda sekalian. Ingatlah bahwa hidup kita hanya sebentar, seperti orang yang numpang lewat. Sangat rugi bila kita sia-siakan hidup yang sebentar ini dengan sifat hura-hura yang berujung kepada nestapa. Contohlah kehidupan Nabi SAW yang sederhana dan zuhud meskipun Beliau adalah pedagang sukses yang kaya raya. Wallahu’alam bisshawab. (w-islam.com)

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>