Gaya Bicara Rasulullah SAW

Kita sering saksikan para politikus, artis, dan tokoh di negara ini berbicara di televisi. Banyak ragam dan gaya dari masing-mereka. Ada yang santun dan bertutur kata, ada yang begitu arogan dalam menyampaikan pendapatnya. Terlebih ketika ada program yang menayangkan debat terbuka yang dihadiri oleh para ahli hukum atau anggota dewan negeri ini. Semuanya begitu sangar dalam menyampaikan pendapatnya bahkan terkesan saling menjatuhkan. Sungguh mengerikan.

Akan tetapi, kita sebagai seorang muslim, hendaknya mengikuti apa-apa yang Rasulullah teladankan kepada kita, yang salah satunya adalah gaya bicara yang Beliau SAW  tampilkan ketika bertutur kata kepada kawan dan lawan.

Rasulullah SAW selalu berbicara dengan mudah dan sopan, serta lemah lembut karena beliau ingin agar orang lain mengerti arah pembicaraannya. Beliau sangat menjaga perbedaan-perbedaan di antara umatnya sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman karena pemahaman umatnya berbeda-beda. Oleh karena itu, Beliau memilih untuk bersikap menerima perbedaan walaupun tidak sesuai dengan isi hati dan sabar sehingga menyenangkan lawan bicara.

Aisyah r.a. berkata, “Rasulullah tidak pernah berbicara penuh sebagaimana bicaramu ini (cerewet) tetapi beliah berbicara dengan perkataan yang pas, jelas, padat sehingga bisa dihafal oleh orang yang ada di sekitarnya.” (HR. Abu Dawud)

“Rasulullah selalu berbicara dengan perkataan yang jelas yang bisa dipahami orang yang mendengar,” ujar Aisyah r.a.

Rasul yang agung itu begitu lembut dan bersahabat, lapang dada serta terbuka, sehingga rela mengulang-ulang kata-katanya supaya orang lain mengerti. Seperti hadits yang diriwayatkan melalui Anas bin Malik r.a.,

“Rasulullah sering mengulang perkataannya sampai tiga kali supaya dimengerti dan dipahami.” (HR. Bukhari)

Meskipun Beliau seorang pemimpin besar, tapi Rasulullah suka bercanda dengan para sahabat untuk mengurangi rasa takut karena sebagian di antara mereka ada yang takut kepada yang lain. Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud r.a. bahwasannya Rasulullah pernah didatangi seorang laki-laki yang sangat ketakutan hingga gemetar seluruh tubuhnya. Laki-laki itu lalu ditenangkan oleh Rasulullah sambil berkata, “Tenanglah karena aku bukanlah seorang raja. Aku adalah anak seorang wanita yang memakan daging kering (dendeng). (HR. Ibnu Majah)

Rasulullah yang memiliki kelembutan bicara tak pelak membuat banyak orang kafir menjadi terpesona oleh akhlak Rasulullah sehingga banyak di antara mereka yang memeluk Islam karena melihat keagungan budi pekerti Rasul yang luhur yang berbeda dengan kebanyakan pemimpin. Kita bisa saksikan sekarang para pemimpin di negeri ini yang tutur katanya jauh dari nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW. Mereka merasa bahwa dirinya adalah pejabat yang berhak berbicara angkuh. Padahal mereka hanyalah sosok manusia hina yang dititipi amanah oleh Allah saja. Tapi keangkuhan mereka dalam berbicara membuat banyak orang tersakiti hatinya.

Bandingkan sosok Rasulullah Muhammad SAW yang merupakan manusia teragung di muka bumi sejak zaman Nabi Adam a.s. hingga manusia yang terakhir. Manusia yang sangat dimuliakan Allah SWT, sampai-sampai Allah SWT dan para malaikat pun bershalawat kepada Muhammad. Akan tetapi, tutur katanya begitu sopan kepada siapa saja. Kepada pengemis, kepada rakyat miskin nan dhuafa, kepada raja, begitu enak untuk didengarkan. Tidak membeda-bedakan cara bicara. Sebuah contoh langsung di depan kita yang harus kita camkan dan laksanakan.

Mulailah kita berbicara lembut kepada siapa saja, contohlah Rasulullah SAW. Sungguh bersyukur kita sebagai seorang muslim memiliki seorang pemandu kehidupan yang begitu lengkap keutamaannya sampai gaya berbicara pun Beliau teladankan kepada hingga. Gaya berbicara seseorang akan sangat berpengaruh terhadap sosialisasi kita di masyarakat. Bila kita bertutur dengan lembut dan mudah dimengerti, niscaya kita banyak memiliki kawan di mana pun. Akan tetapi, bila kita bertutur kata dengan sombong dan terkesan menggurui, sudah pasti banyak orang yang tidak suka bila berbincang dengan kita.

Selain itu, Rasulullah pandai menempatkan diri ketika berbicara dengan orang lain. Sehingga kata-kata yang dilontarkan begitu pas momentumnya. Terkadang lembut, namun ketika di atas mimbar Beliau pun bisa berapi-api dan tegas dalam pidatonya. Sosok pemimpin umat yang tiada duanya di muka bumi. Teladan semua manusia di muka bumi. Seperti diungkapkan dalam salah satu surah Qur’an bahwa sesungguhnya engkau (Muhammad) memiliki akhlak yang agung. Seorang pemimpin umat manusia yang diturunkan ke muka bumi untuk menyempurnakan akhlak manusia. Wallahu’alam bisshawab.  (w-islam.com)

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>