Berkata Baik atau Diam

Salah satu anggota tubuh yang bila digunakan dengan baik, akan mendapatkan pahala. Namun, bila digunakan tanpa aturan, tentu akan mendapat dosa dan siksa kelak di akhirat. Itulah anggota tubuh yang bernama lidah. Tidak bertulang namun sangat berperan dalam kehidupan. Islam mengajarkan dan menganjurkan memanfaatkannya agar kita mendapat pahala dan ridha Allah SWT. Agar kemampuan berbicara yang menjadi salah satu ciri manusia ini menjadi bermakna dan bernilai ibadah, Allah SWT menyerukan umat manusia untuk berkata baik dan menghindari perkataan buruk. Allah SWT berfirman,

“Dan katakan kepada hamba-hamba-Ku, ‘Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar) sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.’” (QS. Al-Isra: 53)

Sedangkan Rasulullah SAW menegaskan tentang tanggung jawab lidah ini,

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Muttafaq’alaih)

“Takutlah pada neraka, walau dengan sebiji kurma. Jika kamu tidak punya maka dengan ucapan yang baik “ (HR. Muttafaq’alaih)

Bahaya yang ditimbulkan oleh mulut manusia sangat besar, dan tidak ada yang dapat menahannya kecuali diam. Oleh karena itu dalam agama kita dapatkan anjuran diam dan perintah pengendalian bicara. Sabda Nabi:

“Barang siapa yang mampu menjamin kepadaku antara dua kumisnya (kumis dan jenggot), dan antara dua pahanya, saya jamin dia masuk sorga” HR. Al Bukhariy

Ketika Rasulullah ditanya tentang perbuatan yang menyebabkan masuk surga, Rasul menjawab, “Bertakwa kepada Allah dan akhlak mulia.” Dan ketika ditanya tentang penyebab masuk neraka, Rasul menjawab, “Dua lubang, yaitu mulut dan kemaluan.” (HR. Tirmidzi)

Ada beberapa macam bahaya lisan yang sering terjadi di keseharian kita, di antaranya:

1. Berbicara sesuatu yang tidak perlu

Rasulullah SAW bersabda, “Di antara ciri kesempurnaan Islam seseorang adalah ketika ia mampu meninggalkan sesuatu yang tidak ia perlukan.” (HR. Tirmidzi)

Penyakit ini disebabkan oleh keinginan kuat untuk mengetahui segala sesuatu. Atau basa-basi untuk menunjukkan perhatian dan sekedar mengisi waktu dengan cerita-cerita yang tidak berguna. Perbuatan ini termasuk dalam perbuatan tercela.

Terapinya adalah dengan menyadarkan bahwa waktu adalah modal yang paling berharga. Jika tidak dipergunakan secara efektif maka akan merugikan diri sendiri. selanjutnya menyadari bahwa setiap kata yang keluar dari mulut akan dimintai pertanggungjawabannya.

2. Berlebihan dalam berbicara

Perbuatan ini dikategorikan sebagai perbuatan tercela. Ia mencakup pembicaraan yang tidak berguna, atau bicara sesuatu yang berguna namun melebihi kebutuhan yang secukupnya. Rasulullah SAW bersabda, “Beruntunglah orang yang dapat menahan kelebihan bicaranya, dan menginfakkan kelebihan hartanya.” (HR. al-Baghawiy)

3. Melibatkan diri dalam pembicaraan yang batil

Pembicaraan yang batil adalah misalknya maksiat, seperti menceritakan tentang perempuan, dan sebagainya. Pembicaraan seperti ini adalah perbuatan haram yang akan membuat pelakunya binasa. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya ada seseorang yang berbicara dengan ucapan yang Allah murkai, ia tidak menduga akibatnya, lalu Allah catat itu dalam murka Allah hingga hari kiamat.” (HR. Ibnu Majah)

“Orang yang paling banyak dosanya di hari kiamat adalah orang yang paling banyak terlibat dalam pembicaraan batil.” (HR. Ibnu Abiddunya)

4. Berbantahan dan Perdebatan

Hal ini biasanya disebabkan oleh rasa tinggi hati karena kelebihan dan ilmunya, dengan menyerang kekurangan orang lain. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan tersesat suatu kaum setelah mereka mendapatkan hidayah Allah, kecuali mereka melakukan perdebatan.” (HR. Tirmidzi) Imam Malik bin Anas berkata, “Perdebatan akan mengeraskan hati dan mewariskan kekesalan.”

Hal di atas tentu hanya sebagian kecil dari bahaya ucapan yang sering kita lakukan. Meskipun terlihat ringan namun Allah dan Rasul-Nya memberi perhatian penuh terhadap lidah ini. Karena dosa yang paling banyak dilakukan oleh anak Adam adalah dengan lidah dan mulutnya. Dalam satu menit, orang bisa membuat dosa yang banyak dengan lidahnya.

Apakah kita sering melakukan hal yang tidak bermanfaat dengan lidah kita. Jika ya, hendaklah kita bertobat kepada Allah SWT. Sehingga kita terhindar dari fitnah api neraka kelak di hari akhir. Wallahu’alam bisshawab. (w-islam.com)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>