Haji yang Mabrur

Kita sering dengan sebutan “haji mabrur” di masyarakat. Namun seringkali pula kita tidak tahu makna yang terkandung di dalamnya. Apakah seseorang yang sudah berhaji berkali-kali itu bisa dikatakan mabrur. Jawabannya: tidak juga. Mungkin juga orang yang baru berhaji satu kali, lantaran ibadahnya ikhlas dan sepulangnya dari Mekah memberikan keteladanan dan keikhlasan, Allah SWT menganugerahkan gelar haji mabrur. Ada pula orang yang pergi haji berkali-kali, namun hanya ingin dipanggil dengan sebutan pak haji saja. Dia hanya mengharapkan imbalan dari sesama manusia, bukan dari Allah SWT. Jadi mabrur atau tidaknya, hanya Allah SWT yang berhak memberikannya.

Rasulullah SAW bersabda dalam haditsnya, “Amal yang paling utama adalah beriman kepada Allah semata kemudian berjihad di jalan-Nya, kemudian haji mabrur.” (HR. ath-Thabrani)

Haji bukanlah amal yang baru. Artinya telah disyariatkan jauh sebelum Rasulullah dilahirkan. Yaitu sejak zaman Nabi Adam a.s., Ibrahim a.s., kemudian berkembang secara turun-temurun. Namun dalam perjalanannya, mengalami perubahan bahkan berkembang ke arah kemusyrikan. Hingga ibadah haji ini disempurnakn oleh Rasulullah SAW. Kemudian syarat keutamaan haji ini adalah haji mabrur. Kalau diklasifikasikan, ada tiga kategori haji:

Haji mardud, yaitu haji yang tertolak sehingga tidak bernilai ibadah dan tidak mendapat pahala.

Haji maqbul, haji yang diterima karena sempurna rukunnya. Rukun-rukunnya dikerjakan dengan lengkap sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Haji mabrur, adalah haji istimewa karena mempunyai nilai lebih di sisi Allah SWT. Bernilai pahala, sehingga bermaslahat kepada diri, keluarga, dan lingkungannya.

Haji mabrur dapat dilihat setelah ia kembali dari Tanah Suci. Hal ini terlihat jelas dalam karakter dan kepribadiannya. Akhlaknya menjadi lebih baik, ibadahnya rajin, keimanannya meningkat, aqidahnya semakin kuat, lebih peduli kepada dhuafa, cinta akhirat, dan selalu beristighfar.

Siapa saja yang berbuat demikian, hajinya tersebut mencapai derajat haji mabrur. Dan dia pantas mendapat surga-Nya Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Haji mabrur itu tiada lagi pahala baginya kecuali surga.” (HR. Bukhari-Muslim)

Seperti amalan dan ibadah yang lain dalam Islam. Haji juga memiliki keutamaan yang dapat membuat berkah bagi orang yang mendapatkannya. Keutamaan-keutamaan yang Allah SWT berikan kepada haji mabrur di antaranya:

1.         Dia akan memperoleh kesucian seperti bayi yang baru lahir. Seperti sabda Rasul, “Barangsiapa yang mengerjakan haji dan tidak berbuat dosa dan fasik, ia akan kembali seperti bayi.”

2.         Allah SWT akan mengabulkan orang yang berhaji mabrur. Rasulullah SAW bersabda, “Mereka yang berhaji dan umrah adalah duta Allah, bila mereka berdoa pasti dikabulkan dan bila ia memohon pasti diampuni.”

3.         Sang haji mabrur tersebut akan dilipatgandakan pahalanya di sisi Allah SWT, seperti hadits Nabi SAW, “Mengeluarkan biaya untuk berhaji sama dengan menafkahkan harta di jalan Allah, saru dirham akan dibalas tujuh ratus kali lipat.”

Meskipun sekarang kuota haji sudah semakin sulit, bukan menjadi halangan bagi kita untuk tetap meniatkan dalam hatinya pergi ke Tanah Suci. Tanamkan keinginan berhaji dalam hati yang kuat. Insya Allah jalan itu pasti ada, asalkan kita berusaha dan berdoa. Hingga pada saatnya nanti Allah SWT akan memberikan kesempatan kepada hamba-Nya yang ikhlas untuk berhaji ke Baitullah. Wallahu’alam bisshawab. (w-islam.com)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>