Mualaf Centre: Ada Upaya Kristenisasi di Balik Dukungan Pernikahan Beda Agama

Sekjen Mualaf Centre, Hanny Kristianto mencium ada upaya Kristenisasi di balik dukungan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) dan Konferensi Wali Gereja Indonesi (KWI) terkait pernikahan beda agama.
“Dalam pernikahan beda agama jelas bisa terjadi kristenisasi, jika yang laki-laki non muslim menikah dengan istri muslimah maka istri akan dibawa ke agama si suami. Salah satu contohnya adalah Asmiranda yang kini menjadi non muslim,” kata Hanny kepada Islampos, Selasa (25/11).

Hanny menambahkan, sebaik-baiknya perhiasan dan kesenangan di dunia adalah seorang istri yang solehah (muslimah). Seorang muslimah sangat menjaga harga diri mereka dan harga diri seorang laki-laki adalah bagaimana istrinya memperlakukannya.
“Fakta ini membuat kaum lain selain muslim menjadi iri atau sangat ingin memiliki istri shalihah dan keluarga sakinah mawaddah warohmah, segala cara ditempuh untuk melegalkan pernikahan beda agama,” jelasnya.
Dia menyitir surat QS Ar Rum:21 di mana Allah berfirman, ‘Diantara tanda-tanda kekuasaan Allah Azza Wa Jalla adalah Allah menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan diantaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.’
Lebih lanjut Hanny menambahkan, banyak pasangan beda agama, rumah tangganya tidak bahagia, hilang fungsi imam dalam keluarga dan hilang komunikasi iman.
“Pernikahan berbeda agama itu haram sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Surah Al-Mumtahanah:10 juga dalam Al Baqarah:221.”
Selanjutnya, Hanny mengajak umat Islam untuk jujur kepada diri sendiri mau jadi seperti apa anak keturunan beda agama? “Bukankah kebahagiaan seorang laki-laki adalah anaknya yang mirip dengannya (dalam kebaikan) dan warisan manusia kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah keturunannya yang istiqomah beribadah menyembah kepada Allah Azza Wa Jalla?” terangnya.
Lebih lanjut Hanny menyarankan agar kelompok Kristen tidak mengintervensi urusan umat Islam.Sedangkan umat Islam dituntut untuk memperkuat silaturrahim. “Kita hidupkan persaudaraan silaturrahiim ukhuwah Islam, mereka urus saja dan bantu kaum mereka sendiri,” tutup Hanny. (islampos/25/11/2014)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>