Deklarasi dan Muktamar I Ulama Asia Tenggara Dibuka Wakil Ketua MPR RI

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) membuka secara resmi acara Deklarasi dan Muktamar I Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara. Muktamar yang diikuti 113 peserta ini berlangsung di Hotel Santika, Jl Margonda Raya, Depok, Jawa Barat.
Sebelum dibuka pada Sabtu (29/11/2014) pagi, dilakukan deklarasi secara bersama-sama. Pendeklarasian ini diikuti oleh HNW, KH Ma’ruf Amin (Ketua MUI), Ustadz Zaitun Rasmin (inisiator), sejumlah tokoh perwakilan masing-masing negara, serta para peserta muktamar.

Berdasarkan catatan hidayatullah.com di tempat acara, Yudhistira Meeting Room lantai 2 Hotel Santika, ada beberapa poin dari deklarasi yang dibacakan oleh Dr Muinudinillah Muin (inisiator) itu.
Di antaranya, perlunya para dai dan ulama se-Asia Tenggara bersatu dan selalu saling menguatkan. Hal ini menimbang besarnya tanggung jawab mereka dalam peningkatan kualitas iman, fikir, dan akhlak umat Islam.
Selain itu, bersatunya para dai dan ulama juga untuk mencapai peradaban Islam, khususnya di Asia Tenggara.
Muktamar ini pun, sebutnya, sebagai wadah silaturahim dan peningkatan kerjasama para dai dan ulama se-Asia Tenggara di berbagai bidang.
“(Juga untuk) menyelesaikan persoalan umat dengan manhaj al-Qur’an dan Sunah dengan pemahaman wasatiyah,” ujar Muin dalam bahasa Arab yang diikuti para hadirin.
Muktamar ini pun, ujarnya, juga digelar untuk membentengi aqidah umat Islam dari bahaya aqidah-aqidah di luar Islam. Usai deklarasi, Ma’ruf Amin didaulat untuk memimpin doa. Usai itu dilakukan foto bersama lalu sambutan dan pembukaan oleh HNW.
“Dengan ini kita buka deklarasi dan muktamar ini,” ujar HNW yang tampil dengan baju koko putih serta peci dan celana hitam.
Dalam muktamar yang berlangsung pada Jumat-Ahad (28-30/11/2014) itu, tampak bendera 11 negara Asia Tenggara terpampang di spanduk acara. Yaitu bendera Laos, Myanmar, Filipina, Brunei Darussalam, Malaysia, Indonesia, Thailand, Singapura, Kamboja, Vietnam, dan Timor Leste.
Berdasarkan info yang dihimpun media ini, ada sejumlah perwakilan negara yang tidak sempat menghadiri pembukaan itu. Namun ke-11 negara tersebut mendukung muktamar bertema “Membangun Peradaban Asia Tenggara dengan Prinsip Moderat Ajaran Islam (al-Wasathiyyah)” ini. (hidayatullah/29/11/2014)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>