Cara Berdamai dengan Stres Ala Rasulullah SAW

Setiap orang mempunyai boiling point atau titik didih untuk menghadapi tingkat masalah yang dialami. Ketika tekanan mental atau persoalan yang dihadapi mencapai klimaksnya, akibatnya timbul stres. Nah, untuk mengatasi stres ini, 14 abad yang silam, Rasulullah SAW telah mengajarkan caranya.
Caranya ialah dengan istiqamah berdzikir, beristighfar, bertaubat, atau banyak bersedekah. Selain itu, Rasulullah SAW juga mengajarkan, ketika kita sedang marah—salah satu pemicu stres—maka segeralah berwudhu agar emosi dapat dikendalikan. Tetapi, bagaimana mungkin ibadah-ibadah tersebut mampu mengatasi stres?

Buku ini berupaya menjawab tentang hal tersebut. Banyak yang membuktikan kemukjizatan ibadah-ibadah tersebut dalam mengatasi stres. Bahkan, penelitian modern yang dilakukan oleh para pakar kesehatan dunia juga menyatakan bawa metode yang diajarkan oleh Rasulullah SAW itu terbukti ampuh melawan dan menyebuhkan stres.
Penulis buku ini, Ahmad Fadholi, membahas tentang cara-cara Rasulullah SAW mengatasi penyakit stres. Penyakit stres yang dihadapi umat saat itu, tidak mungkin menghinggapi beliau yang memiliki jiwa seluas samudera. Ibarat makhluk yang tak berdaya dan sangat lemah, stres justru bertekuk lutut di hadapan beliau.
Jangankan menyentuh pikiran dan jiwa beliau, menatap saja tidak akan mampu. Begitulah kalau kita mengibaratkan stres sebagai sesosok makhluk , dan Rasulullah SAW adalah maharaja yang tidak saja ditakuti, tapi juga disegani.
Stres merupakan efek dari tekanan mental. Dalam pandangan psikologi agama, stres adalah efek dari lemahnya jiwa dalam menghadapi persoalan hidup. Sehingga, ketika problem-problem hidup datang dan kita tidak memiliki kesiapan mental atau jiwa kita masih rapuh, maka sebagai konsekuensinya kita akan stres, pikiran kacau, dan hari-hari yang dijalani jauh dari kata bahagia.
Ajaran-ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW sejatinya ingin membebaskan kita dari kekacauan pikiran dari rasa stres yang berkepanjangan. Hanya saja, selama ini kita belum mengetahui hakikat itu semua. Karena itu melalui buku ini, kita disadarkan kembali tentang ajaran-ajaran agama yang mungkin sebelumnya kita anggap “basi”, untuk kemudian kita baca dan renungkan kembali terkait dengan penyakit stres itu sendiri. Shalat, doa, tawakkal, ikhlas, sedekah, dan lain sebagainya, bisa dijadikan terapi dahsyat dalam mengatasi penyakit stres.
Buku ini mengupas tentang bagaimana mengenali stres beserta tanda-tanda kemunculannya; bahaya stres; mengatasi stres ala Rasulullah SAW; serta menu makanan penghilang stres. (w-islam.com)

Judul Buku : Tumpas Stres Seketika
Penulis : Ahmad Fadholi
Penerbit : Diva Press, Yogyakarta, September 2014


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>