Bersaing Tinggikan Bangunan, Tanda Akhir Zaman

Tanda-tanda datangnya akhir zaman mungkin terbilang cukup banyak. Dan salah satunya ialah manusia akan bersaing meninggikan bangunan-bangunan. Hal ini sudah terlihat, walau kita tak menyadari akan hal ini. Ini bukti atau tanda bahwa kiamat itu sudah semakin dekat. Tak ada alasan bagi kita menunda-nunda taubat. Sebab, pintu maaf jika sudah ditutup, surga menjadi hal yang mustahil untuk kita rasakan.

Berhubungan dengan persaingan meninggikan bangunan ini seperti disebutkan dalam riwayat Al-Bukhari dari Abu Yaman, dari Syuaib, dari Abu Zanad, dari Al-‘Araj, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW:

“Kiamat tidak terjadi hingga orang-orang bersaing meninggikan bangunan-bangunan. Kiamat tidak terjadi hingga dua kubu besar berperang. Di antara keduanya terjadi pembunuhan besar-besaran, seruan keduanya sama. Kiamat tidak terjadi hingga ilmu dicabut, banyak terjadi guncangan-guncangan, zaman kian dekat, fitnah-fitnah kian banyak dan banyak terjadi pembunuhan. Kiamat tidak terjadi hingga muncul dajjal-dajjal pendusta, sekira tiga puluh, yang masing-masing menagaku sebagai utusan Allah.

(Kiamat tidak terjadi) hingga seseorang melintas di makam seseorang lalu berkata, ‘Andai saja aku yang mati.’ (Kiamat tidak terjadi) hingga matahari terbut dari barat. Apabila matahari terbit (dari barat) dan orang-orang melihatnya, maka mereka semua beriman, namun saat itu tidak berguna lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau (belum) berusaha berbuat kebajikan dengan imannya itu. Kiamat tidak terjadi hingga harta melimpah di tengah-tengah kalian, sampai-sampai pemilik harta bingung (mencari) orang yang mau menerima zakat darinya.” Muslim meriwayatkan hadis ini melalui jalur lain dari Abu Hurairah.

Hadis berikut sudah disebutkan sebelumnya dari Abu Hurairah, Abu Buraidah, Abu Bakrah dan lainnya, “Kiamat tidak akan terjadi hingga kalian memerangi orang Turk, wajah mereka lebar, hidung mereka pesek, dan wajah-wajah mereka seperti perisai bertumpuk. Mereka mengenakan sandal bulu.” Mereka ini adalah Bani Qanthura. Qanthura adalah budak wanita milik Ibrahim Al-Khalil. (sumber: Bencana dan Peperangan Akhir Zaman Sebagaimana Rasulullah SAW Kabarkan/Karya: Ibnu Katsir/Penerbit: Ummul Qura/islampos)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>