Survei: Sikap Rakyat AS Semakin Hangat Terhadap Islam

Pew Research Center (PRC) meluncurkan hasil survei terbarunya mengenai hubungan antarumat beragama dan ateis di Amerika Serikat (AS), Rabu (15/2). Lembaga tersebut menemukan bahwa rakyat AS pada umumnya mulai menunjukkan sikap yang cukup hangat terhadap warga yang memeluk pelbagai agama, termasuk Islam.

PRC menggunakan “termometer rasa” untuk menunjukkan hal tersebut. Skalanya merentang dari nol sampai 100. Nol sama dengan sikap “dingin” atau acuh tak acuh, sedangkan 100 derajat menunjukkan perasaan “panas” atau ‘benci.’ Dengan demikian, 50 derajat berarti “normal” atau perasaan yang ‘hangat’.

Terkait umat Islam, hasil pada tahun ini mengalami peningkatan. Pada survei PRC tahun 2014 lalu, rata-rata responden menganggap dingin umat Islam, yakni dengan skala 40 derajat. Kini, kaum Muslim ditanggapi cukup hangat yaitu dengan skala 48 derajat.

“Bagaimanapun, angka-angka itu masih bergantung pada siapa yang menjawab survei ini. Misalnya, anak muda—yakni yang berusia antara 18 sampai 29 tahun mengaku lebih hangat terhadap kaum Muslim ketimbang kalangan berusia tua AS,” demikian kutipan rilis PRC dalam situs resminya yang diakses pada Kamis (16/2).

PRC menjumpai, semakin tua usia responden, maka semakin “dingin” sikapnya terhadap umat Islam. Mereka yang berusia 30-49 tahun menempatkan skala perasaannya terhadap Muslim pada 47 derajat. Adapun responden usia 50-64 tahun pada 45 derajat. Sedangkan responden usia 65 tahun pada 44 derajat.

Mirip dengan yang dialami Muslim, tanggapan serupa terjadi pada kaum ateis. Pada 2014 lalu, orang AS menilai cukup dingin mereka yakni dengan 41 derajat dalam skala perasaan. Menurut survei PRC kali ini, kaum ateis dipandang “hangat” yakni dengan 50 derajat.

Survei PRC Februari 2017 juga menemukan, kebanyakan responden menilai “hangat” kaum Yahudi dengan menempatkannya dalam skala 67 derajat. Adapun 49 persen dari total responden menilai umat Katolik juga dengan skala 67 derajat.

Survei ini diikuti 4.248 responden warga AS dan dilaksanakan pada 9-23 Januari 2017 lalu. Margin of error survei ini sebesar plus atau minus 2,6 persen. (sumber: ROL)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>