Komunitas Pemuda dan Ormas Depok Bersatu Tolak LGBT

Berbagai komunitas kepemudaan dan organisasi masyarakat (ormas) Muslim termasuk Aliansi Cerahkan Negeri (ACN) menyatakan sepakat untuk bersatu menolak LGBT di Kota Depok, Jawa Barat.

ACN dalam siaran persnya diterima hidayatullah.com pada Jumat (24/01/2020), menjelaskan, kesepakatan itu dihasilkan setelah ACN melakukan pertemuan dengan komunitas Muslim di Depok pada Selasa malam (21/01/2020).

ACN menyatakan, pertemuan ini dilatarbelakangi oleh banyaknya isu LGBT di Depok yang mencuat akhir-akhir ini, seperti kasus Raynhard Sinaga dan kasus pengecaman terhadap Wali Kota Depok oleh Komnas HAM.

Pertemuan yang berlangsung di sebuah kafe di Beji tersebut dihadiri oleh beberapa komunitas pemuda dan organisasi masyarakat. Seperti; Indonesia Tanpa JIL (ITJ) Depok, Solidaritas Peduli Jilbab (SPJ) Depok, Kesatuan Pelajar Muslim Depok (KPMD), Garda Pembela Umat dan Bangsa (GARUDA), Dongeng Lagi Dong, Depok Nation, dan sejumlah komunitas lainnya.

ACN, komunitas pemuda, dan ormas Muslim di Depok sepakat bersatu untuk mendukung dan bersinergi dalam gerakan penolakan LGBT di Depok. Koordinator ACN Erik yang memimpin pertemuan itu mengatakan, sangat penting melakukan pencerdasan bagi masyarakat di Depok terkait LGBT dan bagaimana penanganannya bila ada anggota keluarga dan masyarakat yang mengalami penyakit tersebut.

Katanya, pencerdasan ini juga bersifat mencegah terjadinya kebingungan di tengah masyarakat. Sebab, jelasnya, sangat banyak informasi yang mengatakan bahawa LGBT adalah sesuatu hal yang normal dan wajar terjadi.

“Seperti kasus intervensi Komnas HAM kepada Wali Kota Depok, kita sebagai masyarakat Depok harus mendukung pemerintah Kota Depok agar penertiban LGBT tetap dilakukan, tidak dilemahkan dan diintervensi oleh aktivis dan LSM pro LGBT di dalam maupun di luar negeri.

Hal yang juga menjadi kekhawatiran kami bila masyarakat Depok tidak menunjukkan dukungannya kepada Wali Kota Depok, maka hal ini akan dimanfaatkan oleh aktivis atau LSM pro LGBT untuk mengintervensi peraturan tersebut,” jelas Erik.

Pertemuan malam itu membahas beberapa hal, yaitu keinginan komunitas untuk menjadikan penolakan LGBT sebagai isu nasional. Mereka juga membicarakan strategi awal gerakan agar lebih terencana, strategis, dan terstruktur dari kalangan akar tumput, pelajar, mahasiswa, dan pendekatan ke Pemkot, DPRD, dan MUI Depok. (sumber: hidayatullah)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>