Kategori: Iman

Masya Allah, Sehari di Akhirat Sama dengan Seribu Tahun di Dunia

Hidup di dunia ini hanya sementara. Yang kekal selamanya adalah negeri akhirat. Salah satu ciri utama orang yang bertaqwa ialah pemahamannya akan dunia dan akhirat. Maka dari itu, siapa yang melupakan kehidupan akhirat dan segala aktifitasnya hanya terfokus pada kemewaham dunia serta menganggap bahwa kemewahan dunia itu merupakan tujuan utamanya berarti ia belum mengetahui nilai kehidupan akhirat dengan baik.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Mereka mengetahui yang tampak dari kehidupan dunia saja sedangkan terhadap kehidupan akhirat mereka lalai.” (QS. Ar-Rum: 7).

Berharap Bahagia Saat ‘Berjumpa’ dengan Allah

SETIAP orang beriman, pasti memiliki keinginan, dan cita mulia, serta harapan yang diidam-idamkan. Ketika Allah ‘azza wa jalla memanggil ke haribaanNya, ia dalam keadaan suka cita nan bahagia.

Allah ridha menerimanya, dan ia pun ikhlas berserah diri menghadapNya. Itulah buah kepasrahan dan keyakinan akan indahnya sebuah “perjumpaan” dengan segala bekal yang telah dipersiapkan tentunya.

Alquran adalah Sumber Ilmu yang Dinantikan Rasulullah SAW

Alquran adalah pangkalnya ilmu, maka tidak berwenang mengajarkan kepada orang lain kecuali setelah mengetahui tafsir Alquran. Dan mencari ilmu tidak boleh berhenti sampai Allah SWT menetapkan perkara yang telah seorang hamba kerjakan.

Maksudnya hingga manusia itu tutup usia dan Allah memutuskan atas perbuatan-perbuatan yang telah diperbuatnya. Allah SWT berfirman dalam surat Taha ayat 114:

Dajjal: Antara Sosok dan Simbol

DALAM Islam, persoalan dajjal selalu menjadi trending topik sepanjang zaman. Ulama ahlus sunnah wal jamaa’ah meyakini bahwa dajjal itu bukanlah simbol, sifat laku dan kiasan belaka (majaaziy) sebagaimana pandangan kaum Mu’tazilah dan kaum yang mengedepankan takwil lainnya.

Namun dajjal sosok makhluk yang sebenarnya ada (haqiiqiy) dengan segenap tanda-tandanya yang sangat jelas. Sekalipun dalam kenyataannya apa yang terjadi akhir-akhir ini hampir mendekati pada sifat-sifat tercela yang terjadi dalam hadits-hadits akhir zaman.

Enam Fadhilah dan Keutamaan Berqurban

SUNGGUH selalu ada hikmah di setiap perintah yang Allah Subhanahu Wata’ala serukan kepada kita umatnya, meskipun jika dipandang berat menjalaninya. Begitulah perintah berqurban yang didasari kepada kisah sepasang ayah dan anak nan sholeh, nabiyullah Ibrahim dan putranya Ismail alaihi sallam.

Pada hakekatnya berqurban adalah wajib bagi yang mampu. Ini berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam.

أخبرنا الحسن بن يعقوب بن يوسف العدل ، ثنا يحيى بن أبي طالب ، ثنا زيد بن الحباب ، عن عبد الله بن عياش القتباني ، عن الأعرج ، عن أبي هريرة رضي الله عنه ، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « من وجد سعة لأن يضحي فلم يضح ، فلا يحضر مصلانا »