Kategori: Iman

Pertolongan Allah Sangat Dekat

Ketika masalah menghadang langkah kita, kita selalu mengeluh, bersedih hati dan bertanya siapa yang akan menolong kita dari masalah dan ujian itu. Kita sedih, putus asa, berkeluh kesah dengan orang lain berharap akan ada orang yang membantu kita. Padahal Allah swt, berkata:

“Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (Al-Baqarah [2]: 214)

Mengapa Kita Memerlukan Nikmat dan Manisnya Iman?

Sabda Rasulullah SAW, “Tiga perkara yang barangsiapa terdapat (ketiga-tiga perkara itu) padanya niscaya dia memperoleh kemanisan iman. Yaitu, Allah dan RasulNya lebih dia cintai daripada selainnya, dia mencintai seseorang semata-mata kerana Allah, dan dia membenci kekufuran (maksiat) sebagaimana dia benci dilemparkan ke dalam api neraka.” (Hadis Sahih Riwayat Bukhari dan Muslim)

Ketiga kondisi itu harus senantiasa kita tanamkan dalam hati agar kenikmatan dan kemanisan iman bisa benar-benar kita rasakan.

Rahasia di Balik Takdir Allah

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Allah Swt. Tiada yang kuasa menjadikan malam dan siang, kecuali Allah. Tiada yang kuasa menghidupkan dan mematikan, kecuali Allah. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, di balik setiap peristiwa pasti ada hikmah. Karena tidak ada satupun kejadian yang Allah takdirkan itu terjadi secara sia-sia. Bagi orang yang tidak yakin kepada Allah mungkin akan sering berpikir bahwa berbagai kejadian di dunia ini tidak lebih dari sekadar hukum alam saja atau sekadar kebetulan. Namun, orang yang yakin kepada Allah, ia akan berpikir bahwa tidak ada yang kebetulan, semua terjadi atas kehendak Allah, di dalam rancangan dan kekuasaan Allah.

Kapan Allah Menolong Kita?

Tidak ada satu pun masalah yang terjadi kecuali atas izin Allah SWT. Semuanya ada dalam genggaman-Nya. Jika demikian, alangkah mudahnya bagi Allah untuk membuka jalan keluar bagi siapa pun yang sedang dirundung masalah.

Saat ini ada banyak persoalan yang mendera kita. Entah itu masalah pribadi, keluarga, pekerjaan, ataupun yang lebih luas dari itu. Dan, masalah terbesar adalah saat kita tidak mendapatkan pertolongan Allah. Seberat apa pun persoalannya akan menjadi ringan bila ditolong Allah. Meskipun persoalannya kecil, jika tidak mendapat pertolongan Allah maka akan terasa berat.

Munafik Merusak Iman

Bagaikan suatu penyakit, munafik merupakan salah satu dari penyakit yang menghampiri keimanan. Apabila terjangkit penyakit ini, maka termasuk ke dalam dosa besar. Nifak atau pelakunya disebut munafik merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya. Menjadi munafik itu sudah menjadi kufur.

وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آَمَنُوا قَالُوا آَمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَى شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ – اللَّهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ وَيَمُدُّهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ

“Dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, Kami telah beriman. Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok Allah akan memperolok-olok mereka terombang-ambing dalam kesesatan.” (QS: Al-Baqarah 2: 14-15).