Kategori: Iman

Yakinlah Selalu kepada Allah

Dalam training motivasi dan seni pengembangan diri, seringkali sang instruktur menyuntikkan kata-kata motivasi dan keyakinan kepada peserta pelatihan. Hal itu jamak didapati karena sebagian manusia memahami bahwa obsesi yang menghujam kuat dan cita-cita yang menjulang tinggi bisa menjadi kekuatan yang powerfull untuk perubahan yang ditekadkan.

Kekuatan itu disebut sanggup menerjang hingga ke alam bawah sadar, merasuki pikiran seseorang, dan menjadi framing atau mindset untuk setiap tindakan yang dikerjakan. Lihat saja, terkadang sebagian orang bahkan sampai merangkai tulisan besar-besar lalu dilengketkan di pintu kamarnya. Ada juga hingga merapal kalimat tertentu sekadar untuk memastikan keyakinan itu terjaga pada diri orang tersebut.

Tiga Indikator Iman

Pagi itu, Rasulullah yang baru saja masuk kamar bergegas keluar kembali ketika sayup-sayup terdengar para sahabat membincangkan sesuatu. Dari pojok masjid yang menyatu dengan rumah yang menjadi kamar beliau, Rasul yang mulia itu menghampiri dan duduk bersimpuh bersama. “Kayfa ashbahtum ya ashhaabii (bagaimana kabar kalian di waktu pagi ini),” tanya Rasul sopan.

“Ashbahna bil iimaan billah (pagi ini kami dalam keadaan diliputi dengan iman kepada Allah),” jawab salah seorang sahabat mewakili.
Dengan senyum yang mengembang di wajahnya, Rasul mengapresiasi jawaban sahabatnya itu dengan balik bertanya, “Maa ‘alamatu iimaanikum (apa indikasi kalian benar-benar dalam keadaan iman)?”

Hadapi Dua Malaikat Kubur, Ini Beda Muslim dan Non-Muslim

Di antara perbedaan antara orang yang beriman dan kufur adalah kemampuan menjawab pertanyaan dua malaikat ketika berada di alam barzakh. Abu Bakar Ahmad bin al-Husain bin Ali bin Musa al-Khasrujaradi al-Baihaqi as-Syafi’I dalam kitabnya yang berjudul Itsbat ‘Adzab al-Qabr wa Sual al-Malakain menjelaskan kemudahan bagi orang yang beriman saat menjawab semua pertanyaan yang diajukan dua malaikat, Munkar dan Nakir.

Penegasan itu termaktub dalam ayat, “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS Ibrahim [14]: 27).

Rendah Hati

“DAN hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.” (QS. Al-Furqan [25]:63)

Dalam kitab Shafwat al-Tafsir, Muhammad ‘Ali Ash-Shabuni ketika menafsirkan ayat ini menyebutkan bahwa Idhafah atau penyandaran kata Ibad kepada Ar-Rahman adalah untuk memuliakan posisi hamba-hamba yang dicintai Allah Swt.

Dua Makhluk Allah Ini Mendampingi Kita di Setiap Aktivitas, Ini Tugas Mereka. Berhati-hatilah!

Setiap umat manusia mempunyai pendamping dari golongan jin yang senantiasa bersamanya. Meskipun terdapat jin yang masuk dalam golongan muslim, tapi pendamping manusia ini adalah jin kafir yang senantiasa menggoda dan membisikkan kemaksiatan dan keburukan pada kita.

Seperti yang kita tahu bahwa jin kafir termasuk dalam golongan iblis yang dilaknat oleh Allah SWT. Selain itu ada juga pendamping dari golongan Malaikat yang selalu membisikkan kebenaran.Kedua pendamping ini dikenal dengan nama Malaikat Qarin dan Jin Qorin.