Kategori: Iman

Bergantung Hanya Pada Allah

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah Swt. Semoga Allah Yang Maha Menciptakan, menjadikan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang istiqomah di jalan-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

“Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. Katakanlah: “Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan.”(QS. Al Anam [6] : 162-164)

Kita ini diciptakan oleh Allah, akan kembali kepada Allah, surga dan neraka juga milik Allah, maka tidak ada gunanya jika kita berbuat hanya untuk mendapatkan penilaian sesama makhluk.

Jadi bagi yang yakin dengan kalimat”Alhamdulillahi Robbilaalamiin, segala puji hanya milik Allah Robb semesta alam”,tidak perlulah sibuk mencari penilaian dan pujian makhluk. Kalau mau berbuat kebaikan, mau ada yang tahu atau tidak, maka lakukan saja. Mau ada yang memuji ataupun tidak, tetap lakukan saja. Ada yang benci dan ada yang suka, tetap istiqomah berbuat kebaikan. Karena yang kita kejar hanyalah penilaian Allah semata.

Kalau seseorang sudah mencari penilaian makhluk, pasti hidupnya tidak tenang. Karena ketenangan hanya datang dari mengingat Allah dan mengharapkan ridho-Nya semata. Demikian juga kalau bergantung kepada makhluk, dijamin hidupnya tidak akan tenang. Karena jaminan makhluk itu tidak pasti, hari ini berkata A, sangat mungkin kenyataannya tidak ada. Sedangkan jaminan Allah itu pasti, janji-Nya mustahil diinkari.

Tidak perlu silau pada makhluk yang memiliki kekuasaan di dunia ini. Juga tidak usah tinggi hati jika ditakdirkan menjadi makhluk yang memiliki kekuasaan di dunia ini. Karena para pemegang kekuasaan di muka bumi ini hakikatnya bukanlah penguasa yang sesungguhnya, karena mereka hanyalah makhluk yang sedang diberi ujian oleh Allah Swt berupa kedudukan sebentar saja.

Jika Allah mau mencabut kekuasaan mereka, maka sangat mudah saja kekuasaan mereka akan terlepas. Mudah saja bagi Allah untuk meninggikan dan merendahkan kedudukan manusia di dunia, dan semua itu hanyalah sebagai ujian bagi mereka.

Dalam hal apapun, bergantunglah hanya kepada Allah Swt. Memiliki kedudukan atau tidak, bergantunglah hanya kepada Allah Swt. Karena kedua keadaan tersebut tetaplah ujian. Sehingga kita selamat menjalani ujian tersebut. Bergantunglah pada Allah dengan memfokuskan setiap hal dalam hidup kita sebagai bentuk penghambaan kepada-Nya.

Setiap apa yang kita lakukan pastikanlah bernilai ibadah di hadapan Allah Swt. Dengan demikian kita selalu dekat dengan Allah dan senantiasa tenang menjalani hidup ini. Hanya kepada Allah kita bergantung, dan hanya kepada-Nya kita pasti akan kembali.WAllahu alam bishowab. (sumber: KH Abdullah Gymnastiar/smstauhid)

Tipe-tipe Orang Beriman Menurut Alquran

Dengan menyebut dua syahadat, seorang hamba telah disebut sebagai muslim dan beriman kepada Allah swt. Namun dari jutaan umat Islam yang ada, tentu mereka memiliki kualitas keimanan yang berbeda-beda.

Berbicara tentang keimanan, ada tipe manusia memiliki keimanan yang kuat dan kokoh dan ada pula tipe manusia yang imannya lemah. Mereka sama-sama beriman kepada Allah namun tipe pertama mampu tetap tegar dan kuat menghadapi semua rintangan dan masalah sementara tipe kedua seperti berjalan di tepian jurang. Sedikit terkena angin masalah bisa merobohkannya.

Orang Kafir Luar Biasa Menyesal di Hari Kiamat

Kafir berasal dari kata kufur yang berarti ingkar, menolak atau menutup. Menurut syariat Islam, manusia yang kafir yaitu mereka yang mengingkari Allah sebagai satu-satunya yang berhak disembah dan mengingkari Rasul Muhammad SAW sebagai utusan-Nya.

Namun yang pasti, mereka yang kafir itu akan menyesali kekufurannya, kelak ketika hari pembalasan tiba.Allah SWT berfirman,

“Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah SWT. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan,” (QS. Al-Anam: 116).

Lisan Nyatakan Beriman Padahal Kafir

Banyak yang tahu bahwa Allah itu ada, tak banyak yang yakin bahwa Allah itu ada. Buktinya adalah begitu banyak yang tetap tanpa malu berani melakukan hal terlarang seakan bebas dari pantauan Allah.

Banyak yang tahu bahwa Allah menetapkan dan membagi rizki makhlukNya, tak banyak yang yakin bahwa Allah telah menetapkan dan membagi rizki makhlukNya. Buktinya adalah begitu banyak yang pontang panting mengumpulkan rizki sendiri tanpa memperhatikan halal dan haram. Bahkan hak dan harta orang lain pun diambilnya dengan berbagai dalih dan kebohongan seakan-akan Allah tak mengetahuinya.

Neraka Saqar Bagi Orang yang tak Shalat

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,”Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah salatnya.”

“Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila salatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari salat wajibnya, Allah Tabaroka wa Taala mengatakan, Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan salat sunah? Maka salat sunah tersebut akan menyempurnakan salat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu. Bilamana salat seseorang itu baik maka baik pula amalnya, dan bilamana salat seseorang itu buruk maka buruk pula amalnya.” (HR. Ath-Thabarani).