Kategori: Iman

Ikhlas Menerima Takdir Buruk

Dihikayatkan bahwa seseorang dari kalangan orang-orang saleh melewati seorang laki-laki yang terkena penyakit lumpuh separuh badan, ulat bertebaran dari dua sisi perutnya, lebih dari itu ia juga buta dan tuli.

Lelaki lumpuh itu mengatakan, “segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanmu dari cobaan yang telah dialami oleh banyak orang.” Lantas lelaki saleh yang lewat itu heran, kemudian bertanya kepadanya, “Wahai saudaraku! Apa yang diselamatkan oleh Allah Subhanahu wa Taala dari dirimu padahal saya melihat semua musibah, menimpa dirimu?” Ia menjawab, “Menyingkirlah kamu dariku hai pengangguran! Sungguh, Allah Subhanahu wa Taalatelah menyelamatkanku karena Dia menganugerahkan kepadaku lisan yang selalu mentauhidkan-Nya, hati yang dapat mengenal-Nya, dan waktu yang selalu kugunakan untuk berzikir kepada-Nya.”

Islam Melarang Toleransi Beragama yang Berlebihan

Sikap toleransi, ternyata sudah diajarkan dalam agama Islam. Kita harus menghargai perbedaan satu sama lain, terutama dalam hal yang berhubungan dengan keyakinan. Ya, setiap orang memiliki kepercayaannya tersendiri. Dan kita harus menghargai itu.

Tapi, banyak orang yang kebablasan dalam bertoleransi. Mereka cenderung melakukan hal yang diyakini oleh agama lain. Padahal, kita tahu bahwa ajarannya berbeda dengan kita. Dan seharusnya, kita tidak mengikuti apa yang dilakukan oleh non-Muslim, yang bertentangan dengan syariat Islam.

Keterpeliharaan Alquran

Ketika Nabi SAW masih hidup, ayat-ayat suci Alquran sudah ditulis di pelepah kurma, kulit kambing, hingga tulang belulang. Namun, pada umumnya, Alquran ada pada ingatan para sahabat.Sedikitnya orang yang pandai menulis membuat ingatan mereka dalam menghafal begitu kuat.

Catatan Alquran berserak di beberapa sahabat semisal Ubay bin Ka’ab, Tsabit bin Qais, dan Zaid bin Tsabit. Kedua anak Abu Sufyan, yakni Muawiyyah dan Yazid pun mencatat ayat-ayat tersebut setelah memeluk Islam dan pindah ke Madinah. Sahabat lainnya, yakni Zubair bin Awwam, Khalid bin Walid hingga Abdullah bin Abdullah bin Ubay bin Salul juga mencatat ayat-ayat suci itu.

Siapakah Malaikat Jibril?

Mengenal Malaikat Jibril. Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du, Kita akan mengenal malaikat yang paling mulia, Jibril ‘alaihis salam…

Jibril dalam bahasa lain disebut Jibrail [جبرائيل]. Sebagian ahli tafsir mengatakan, bahwa ini merupakan bahasa Ibrani, susunan dari dua kata: Jibr [جبر] yang artinya hamba, dan kata iil [إيل] yang merupakan salah satu dari nama Allah. Sehingga arti dari Jibrail adalah Abdullah (hamba Allah). (at-Tahrir wa at-Tanzil, Ibnu Asyur, 1/620).

Pertolongan Allah Sangat Dekat

Ketika masalah menghadang langkah kita, kita selalu mengeluh, bersedih hati dan bertanya siapa yang akan menolong kita dari masalah dan ujian itu. Kita sedih, putus asa, berkeluh kesah dengan orang lain berharap akan ada orang yang membantu kita. Padahal Allah swt, berkata:

“Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (Al-Baqarah [2]: 214)