Kategori: Iman

Jangan Takut, Jangan Bersedih Jika Kamu Beriman

Tidak sedikit kalangan dari umat yang merasa takut, khawatir, dan melihat masa depan akan buruk karena beragam perkembangan yang terjadi seakan-akan tidak menguntungkan. Pikiran semacam itu sepintas memang bisa dimaklumi, terutama jika melihat kondisi faktual yang terus berkembang. Namun secara prinsip, cara berpikir demikian harus dibuang jauh.

Bukankah kala Nabi Muhammad berdakwah tak ada satu pun anggota masyarakat, apalagi pembesar masyarakat mengerti apa itu Islam. Beragam resiko dan konsekuensi pun harus dihadapi. Tetapi semua terasa indah karena berada di jalan Allah.

Mengingat Allah Bagian dari Puncak Kebahagiaan

Kebahagian yang kerap dimaknai manusia umumnya selalu bersumber dari hal-hal yang bersifat materialistik. Padahal sesungguhnya, kebahagian sejati dapat diperoleh dengan menyertakan hati kita untuk dapat mengingat Allah SWT dalam setiap aktivitas.

Dalam buku Jejak Shufi Modern karya Abu Fajar Alqalami disebutkan, manusia kerap tertipu dengan hadirnya rumah bagus, kendaraan, harta yang berlimpah, hingga jabatan yang tinggi. Semua hal materialistik itu kerap dimaknai sebagai kebahagiaan oleh segelintir manusia.

Menjadi Ahli Syukur

Bersyukur adalah jalan menjadikan karunia Allah SWT sebagai nikmat bagi kita. Karena karunia Allah sangat berlimpah di dunia ini, tapi hanya bagi orang-orang yang beriman dan bersyukur kepada-Nyalah segala karunia akan menjadi nikmat. Sedangkan bagi orang-orang yang kufur kepada Allah, maka berbagai karunia itu hanya menjadi sumber malapetaka saja.

Maka, tidak heran kalau ada orang yang diberi karunia yang sederhana dalam pandangan manusia, tapi dia sangat bahagia hidupnya. Itu karena ia mensyukuri setiap karunia yang ia terima, meski sekecil apa pun. Sebaliknya, ada orang yang Allah karuniai dengan harta kekayaan berlimpah, namun hidupnya penuh dengan keluh kesah, cemas, dan tidak bahagia. Ternyata karena ia tidak mensyukuri apa yang sudah didapatkan.

Orang Wafat Ada di Alam Barzakh, Samakah dengan Alam Kubur?

Kata barzakh berarti pemisah antara dua hal (QS ar-Rahman [55]: 20). Mujahid men jelas kan, alam barzakh itu adalah alam yang me misahkan antara dunia dan akhirat atau alam antara sesudah mati dan hari kebangkitan (tafsir Ibnu katsir dan at-Thabari). Al-Ashfahany menjelaskan, alam barzakh adalah alam pemisah antara manusia dan kesempatan mencapai derajat yang tinggi di akhirat.
Baca Juga

Hal ini seperti difirmankan surah al-Mukminun ayat 11, “… Dan di hadapan mereka ada din ding (barzakh) sampai hari mereka dibang kitkan.” Karena itu, Rasulullah mengajarkan kaum Muslimin untuk selalu berdoa supaya dijauhkan dari azab kubur atau di alam barzakh.

Jangan Takut, Jangan Bersedih Jika Kamu Beriman

Tidak sedikit kalangan dari umat yang merasa takut, khawatir, dan melihat masa depan akan buruk karena beragam perkembangan yang terjadi seakan-akan tidak menguntungkan.
Pikiran semacam itu sepintas memang bisa dimaklumi, terutama jika melihat kondisi faktual yang terus berkembang. Namun secara prinsip, cara berpikir demikian harus dibuang jauh.

Bukankah kala Nabi Muhammad berdakwah tak ada satu pun anggota masyarakat, apalagi pembesar masyarakat mengerti apa itu Islam. Beragam resiko dan konsekuensi pun harus dihadapi. Tetapi semua terasa indah karena berada di jalan Allah.