Kategori: Iman

Seorang Muslim Menjadi Komunis, Bolehkah?

Komunisme menjadi isu yang kerap diperbincangkan ketika September mulai memasuki masa akhir. Di negeri ini, paham komunis melalui Partai Komunis Indonesia (PKI) menjejak catatan panjang sejarah republik. Noktah merah yang dicatat kaum komunis pada peristiwa 1948 dan 1965 membuktikan jika paham tersebut sungguh berbahaya dan mengancam jiwa umat manusia.

Ajaran komunisme bersumber dari Karl Marx. Ideologi ini tidak mengakui adanya penciptaan dan prinsip ketuhanan. Karl Marx secara nyata mendiskreditkan agama. Kutipan terkenal dari Marx tercatat dalam salah satu karyanya, A Contribution to The Critique of Hegels Philosophy Right. Dia menyatakan, Die Religion … ist das Opium des Volkes. Artinya, agama adalah opium bagi masyarakat.

Menaati Rasulullah Menaati Allah

Nabi shallallahualaihi wasallam bersabda, “Tidaklah sempurna iman salah seorang dari kalian, hingga ia lebih mencintaiku daripada orangtuanya, anaknya dan seluruh manusia” (HR. Al-Bukhari, no 15 dan Muslim, no. 44).

Mendengar sabda Nabi di atas, para sahabat mencurahkan kecintaan yang besar kepada sang Rasul shallallahu alaih wasallam, melebihi cinta mereka kepada keluarganya. Mereka lebih mementingkan kecintaan kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam, daripada selainnya. Inilah prinsip hidup para sahabat -semoga Allah meridhoi mereka.

Bergantung Hanya Pada Allah

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah Swt. Semoga Allah Yang Maha Menciptakan, menjadikan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang istiqomah di jalan-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

“Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. Katakanlah: “Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan.”(QS. Al Anam [6] : 162-164)

Tipe-tipe Orang Beriman Menurut Alquran

Dengan menyebut dua syahadat, seorang hamba telah disebut sebagai muslim dan beriman kepada Allah swt. Namun dari jutaan umat Islam yang ada, tentu mereka memiliki kualitas keimanan yang berbeda-beda.

Berbicara tentang keimanan, ada tipe manusia memiliki keimanan yang kuat dan kokoh dan ada pula tipe manusia yang imannya lemah. Mereka sama-sama beriman kepada Allah namun tipe pertama mampu tetap tegar dan kuat menghadapi semua rintangan dan masalah sementara tipe kedua seperti berjalan di tepian jurang. Sedikit terkena angin masalah bisa merobohkannya.

Orang Kafir Luar Biasa Menyesal di Hari Kiamat

Kafir berasal dari kata kufur yang berarti ingkar, menolak atau menutup. Menurut syariat Islam, manusia yang kafir yaitu mereka yang mengingkari Allah sebagai satu-satunya yang berhak disembah dan mengingkari Rasul Muhammad SAW sebagai utusan-Nya.

Namun yang pasti, mereka yang kafir itu akan menyesali kekufurannya, kelak ketika hari pembalasan tiba.Allah SWT berfirman,

“Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah SWT. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan,” (QS. Al-Anam: 116).