Kategori: Iman

Tafsir Surat Al Fatihah Ayat 7

صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ

Tafsir Ringkas Kemenag

Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya, berupa keimanan, hidayah, dan rida-Mu. Mereka itu, seperti dijelaskan dalam Surah an-Nisa [4]: 69, adalah: 1) para nabi yang telah dipilih Allah untuk memperoleh bimbingan sekaligus ditugasi untuk menuntun manusia menuju kebenaran Ilahi; 2) shiddiqin, yaitu orang-orang yang selalu benar dan jujur, tidak ternodai oleh kebatilan, tidak pula mengambil sikap yang bertentangan dengan kebenaran;

Saatnya Menyibukkan Diri Dengan Al-Qur’an

Ramadhan telah tiba. Ramadhan adalah bulan yang selalu dinanti kehadirannya oleh umat Islam, karena di dalamnya banyak keistimewaan dan keberkahan. Salah satu amal ibadah yang sangat dianjurkan untuk ditunaikan selama bulan suci Ramadhan adalah menyibukkan diri dengan Al-Quran. Tak heran karena Ramadhan adalah bulan Al-Quran, bulan diturunkannya Al-Quran.

Allah SWT berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” (QS al-Baqarah [2]: 185).

7 Perbuatan yang akan Menyebabkan Masuk Neraka

Terdapat banyak amalan yang bisa mengarahkan seseorang ke neraka. Amalan tersebu beberapa di antaranya sangat familier dalam kehidupan sehari-hari. Pertama memakan harta riba. Allah SWT berfirman, “ …orang yang kembali (mengambil riba) maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.” (QS Al Baqarah [2]: 275).

Kedua, memakan harta anak yatim. “Sesungguhnya, orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” (QS An Nisa’ [4]: 10).

Jangan Takut, Jangan Bersedih Jika Kamu Beriman

Tidak sedikit kalangan dari umat yang merasa takut, khawatir, dan melihat masa depan akan buruk karena beragam perkembangan yang terjadi seakan-akan tidak menguntungkan. Pikiran semacam itu sepintas memang bisa dimaklumi, terutama jika melihat kondisi faktual yang terus berkembang. Namun secara prinsip, cara berpikir demikian harus dibuang jauh.

Bukankah kala Nabi Muhammad berdakwah tak ada satu pun anggota masyarakat, apalagi pembesar masyarakat mengerti apa itu Islam. Beragam resiko dan konsekuensi pun harus dihadapi. Tetapi semua terasa indah karena berada di jalan Allah.

Mengingat Allah Bagian dari Puncak Kebahagiaan

Kebahagian yang kerap dimaknai manusia umumnya selalu bersumber dari hal-hal yang bersifat materialistik. Padahal sesungguhnya, kebahagian sejati dapat diperoleh dengan menyertakan hati kita untuk dapat mengingat Allah SWT dalam setiap aktivitas.

Dalam buku Jejak Shufi Modern karya Abu Fajar Alqalami disebutkan, manusia kerap tertipu dengan hadirnya rumah bagus, kendaraan, harta yang berlimpah, hingga jabatan yang tinggi. Semua hal materialistik itu kerap dimaknai sebagai kebahagiaan oleh segelintir manusia.