Kategori: Islam

Syarat Dan Tata Cara Sholat Jamak Dan Qasar

Sholat merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap umat islam, baru seseoang dikatakan islam apabila mengerjakan sholat fardhu 5 waktu, karena sholat merupakan rukun islam yang ke 2. Dan dosa hukumnya bagi orang yang meninggalkan shalat, dan tidak ada alasan orang untuk meninggalkannya.

Karena islam adalah agama yang mudah dan Allah sangat memudahkan kita untuk melakukan sholat, jadi apabila kita tidak mampu berdiri untuk sholat maka boleh duduk, kalau tidak mampu duduk maka boleh berbaring, kalau tidak bisa dengan berbaring boleh terlentang hingga yang terakhir adalah dengan isyarat matanya kemudian dengan hatinya.

Dosa Meninggalkan Shalat Lima Waktu Lebih Besar dari Dosa Berzina

Para pembaca yang semoga selalu dirahmati oleh Allah Ta’ala. Kita semua pasti tahu bahwa shalat adalah perkara yang amat penting. Bahkan shalat termasuk salah satu rukun Islam yang utama yang bisa membuat bangunan Islam tegak. Namun, realita yang ada di tengah umat ini sungguh sangat berbeda. Kalau kita melirik sekeliling kita, ada saja orang yang dalam KTP-nya mengaku Islam, namun biasa meninggalkan rukun Islam yang satu ini.

Mungkin di antara mereka, ada yang hanya melaksanakan shalat sekali sehari, itu pun kalau ingat. Mungkin ada pula yang hanya melaksanakan shalat sekali dalam seminggu yaitu shalat Jum’at. Yang lebih parah lagi, tidak sedikit yang hanya ingat dan melaksanakan shalat dalam setahun dua kali yaitu ketika Idul Fithri dan Idul Adha saja.

Amalan di Bulan Muharram

Bulan Muharram sebagai bulan pertama dalam tarikh penanggalan Hijriyah memiliki beberapa keistimewaan bagi umat Islam. Berikut adalah beberapa amalan sunnah di bulan Muharram:

Memperbanyak puasa selama bulan Muharram
Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Lima Panduan Berqurban

Berqurban pada tanggal 10 Dzulhijjah adalah amalan agung yang disyariatkan dalam Islam. Dalam surah Al-Kautsar Allah berfirman:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.” (QS. Al-Kautsar [108]: 2)

Nabi pun bersabda: “Tidak ada amalan yang dikerjakan anak Adam ketika hari (raya) kurban yang lebih dicintai oleh Allah Azza Wa Jalla dari mengalirkan darah, sesungguhnya pada hari kiamat ia akan datang dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya dan bulu-bulunya. Dan sesungguhnya darah tersebut akan sampai kepada Allah Azza Wa Jalla sebelum jatuh ke tanah, maka perbaguslah jiwa kalian dengannya.” (HR. Ibnu Majah)

Shalat, Obat Hati dan Bekal Rohani

Shalat yang khusyu’ mewujudkan ubudiah yang benar-benar karena Allah, ikhlas, pasrah, rendah diri terhadap Zat Yang Mahasuci. Di dalam shalat, mereka meminta segala sesuatu kepada Allah dan meminta dari Nya hidayah untuk menuju jalan yang lurus, dan Allah Mahakaya lagi mulia. Kepada-Nyalah, seseorang berkenan memohon ijabah dan mencurahkan segala sesuatu, baik dalam hal cahaya hidayah, limpahan rahmat, maupun ketenangan.

Shalat pada hakikatnya merupakan sarana terbaik untuk mendidik jiwa dan memperbarui semangat dan sekaligus sebagai peyucian akhlak. Bagi pelakunya sendiri, shalat merupakan tali penguat yang dapat mengendalikan diri. Ia adalah pelipur lara dan pengaman dari rasa takut dan cemas, juga memperkuat kelemahan dan senjata bagi yang merasa terasing.