Kategori: Islam

Fakta, Dunia Kini Tertuju kepada Muslim

Bumi semakin tua, dunia pun semakin renta. Banjir darah dimana-mana, air mata pun mengalir menyertainya. Hidup semakin susah, ketenangan pun semakin langka.

Dunia hari ini merindukan kedamaian, ketentraman dan keadilan. Rasa aman menjadi barang langka sementara hati manusia semakin kaku saja.

Semua hati kini sedang mencari. Menanti keajaiban yang datang dan merubah keadaan. Menghapus semua bentuk kedzoliman dan menciptakan dunia yang aman. Tapi akankah keajaiban itu kan datang?

Mulai Puasa Syawal Yuk!

Salah satu amal sunah di bulan Syawal adalah puasa Syawal. Puasa selama enam hari di bulan Syawal setelah Idul Fitri ini memiliki keutamaan yang luar biasa.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjelaskan dalam beberapa hadis sahih sebagai berikut:

Ciri-ciri Muslim Sejati

“Diriwayatkan dari Abi Hurairah radhiyallah anhu , ia berkata bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: “Termasuk dari kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak penting baginya.” (HR At-Tirmidzi dan periwayat lainnya).

Imam An-Nawawi rahimahullah (wafat 676H) mengatakan dalam kitabnya, “Al-Arbain” bahwa hadis ini derajatnya hasan. Syaikh Salim Al-Hilali mengatakan dalam kitab Shahih al-Adzkar wa dhifuhu bahwa hadis ini shahih lighairihi (shahih karena adanya riwayat lainnya). Kesimpulannya, hadis ini benar adanya dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

Dosa Maksiat di Bulan Ramadan Dilipatgandakan

Disebutkan dalam hadis dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah mencatat berbagai kejelekan dan kebaikan lalu Dia menjelaskannya. Barangsiapa yang bertekad untuk melakukan kebaikan lantas tidak bisa terlaksana, maka Allah catat baginya satu kebaikan yang sempurna. Jika ia bertekad lantas bisa ia penuhi dengan melakukannya, maka Allah mencatat baginya 10 kebaikan hingga 700 kali lipatnya sampai lipatan yang banyak.” (HR. Ahmad, 2881, Bukhari 6491 dan Muslim 130)

7 Amal yang Tak Terputus Pahalanya

Para penghuni kubur tergadai di kuburan mereka, terputus dari amalan saleh, dan menunggu hari hisab yang tidak diketahui hasilnya. Mereka berada dalam kesepian, hanya ditemani amalnya ketika di dunia. Dalam suasana demikian, ada beberapa orang yang kebaikannya terus mengalir.

Jasad mereka bersemayam dengan tenang di alam kubur, namun balasan pahala mereka tidak berhenti. Pahala mereka terus berdatangan, padahal mereka terdiam dalam kuburnya, menunggu datangnya kiamat. Sungguh masa pensiun yang sangat indah, yang tidak bisa terbeli dengan dunia seisinya. Dalam hadis dari Anas bin Malik radhiallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,