Kategori: Kabar

Anggota Baleg: RUU Ketahanan Keluarga Perlu Perhatikan Aspek Sosiologis

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Ali Taher Parasong berpandangan selain aspek filosofis dan yuridis perlu juga memperhatikan serius aspek sosiologis. Aspek ini menyangkut peristiwa sosial yang memengaruhi ketahanan keluarga. Hal itu Ia sampaikan dalam Rapat Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketahanan Keluarga yang mulai dibahas Baleg.

Menurut Ali, dengan adanya RUU ini, semua UU menyangkut keluarga sudah bisa diintegrasikan, sehingga menjadi regulasi yang lex specialis. “Aspek sosiologis adalah peristiwa sosial yang sedang berjalan yang kemudian menimbulkan berbagai persoalan dalam tumbuh kembang anak dan keluarga, sehingga perlu kejelasan pembinaan, pengayoman dalam keluarga. Keluarga sebagai unit terkecil masyarakat merupakan modal dasar dan titik sentral kegiatan pembangunan nasional. Ketahanan keluarga menjadi pilar untuk mewujudkan ketahanan nasional,” Kata Ali Taher Parasong di ruang rapat Baleg, Senayan, Jakarta, Senin (21/09/2020).

14 Senator AS Ingin Daftarkan India sebagai Salah Satu Pelanggar Kebebasan HAM Minoritas Agama Terburuk Dunia

Koalisi hak sipil Amerika-Indonesia akan mendaftarkan India sebagai pelanggar kebebasan HAM dan minoritas agama. Sejak dipimpin Narendra Modi, India menjadi negara yang diskriminatif terhadap Islam.

Koalisi untuk Menghentikan Genosida di India, sebuah koalisi organisasi dan aktivis hak-hak sipil warga Amerika-India yang berbasis di Amerika Serikat (AS) hari Ahad (19/9/2020) menyambut baik surat yang ditulis oleh empat belas Senator AS kepada Menteri Luar Negeri Mike Pompeo. Surat menekankan bahwa undang-undang AS mengharuskan Pemerintah AS untuk pertimbangkan rekomendasi komisi federal agar beberapa negara ditetapkan sebagai Negara dalam Perhatian Khusus (CPC), yang merupakan istilah resmi Pemerintah AS untuk negara-negara yang merupakan pelanggar kebebasan beragama terburuk di dunia.

Museum Dinasti Muslim Diganti dengan Nama Raja Hindu

Chief Minister negara bagian Uttar Pradesh, Yogi Adityanath mengumumkan penggantian nama museum yang direncanakan akan menampilkan peninggalan dan sejarah Kekaisaran Mughal, sebuah dinasti Muslim yang berkuasa pada 1526-1857.

Dalam pengumuman yang disampaikan Senin (14/9) lalu, Adityanath mengatakan bahwa Museum Mughal akan dinamai sebagai Museum Chhatrapati Shivaji Maharaj, yang diambil dari nama seorang Raja Hindu pada abad ke-17.

Warga Palestina Memprotes Kesepakatan Normalisasi Arab dengan ‘Israel’

Ratusan warga Palestina melakukan unjuk rasa pada Selasa (15/09/2020) di Tepi Barat yang diduduki dan Jalur Gaza. Protes tersebut mengecam perjanjian normalisasi Emirat dan Bahrain dengan ‘Israel’, Al Jazeera melaporkan.

Kesepakatan, yang ditengahi oleh Amerika Serikat, ditandatangani pada Selasa di Gedung Putih, di mana Perdana Menteri Zionis Benjamin Netanyahu bertemu dengan pejabat Bahrain dan Emirat.

Reaksi Keras Pakistan atas Penerbitan Ulang Kartun Nabi

Langkah majalah satir Prancis Charlie Hebdo yang menerbitkan ulang kartun Nabi Muhammad mendapat reaksi keras dari umat Islam di berbagai negara. Karikatur kontroversial itu dicetak ulang untuk menandai dimulainya persidangan terhadap para tersangka penyerangan kantor majalah mingguan tersebut pada 2015 lalu.

Salah satu negara Islam yang menyerukan protes terhadap Charlie Hebdo adalah Pakistan. Pada Kamis (3/9) lalu, demonstran anti-Prancis di Pakistan melakukan unjuk rasa memprotes tindakan Charlie Hebdo. Selain itu, Menteri Luar Negeri Pakistan juga mengajukan keluhan diplomatik kepada Prancis sebagai reaksi yang tumbuh terhadap Charlie Hebdo.