Kategori: Muallaf

Zainadine Johnson, Mualaf yang Terpikat Isi Surat Al Kafirun

Brisbane, Australia, menjadi tempat Zainadine Johnson tahun dilahirkan. Di sana dia tumbuh menjadi bocah yang sangat aktif berolahraga. Olahraga rugby menjadi kesukaannya. Dia bermain dan bergabung bersama temannya di grup Mitchelton.

Keahlian bermain telah mengantarkannya menjadi juara sekolah. Para guru dan teman-teman mengapresiasinya. Tak hanya rugby, Johnson juga gemar berselancar. Badannya tak bisa diam bila melihat ombak berarak di lautan. Dia langsung berdiri di atas papan dan berselancar mengikuti kemana ombak menjilati pantai. Johnson aktif mengunjungi Gereja Prebysteran. Bersama keluarga tercinta, dia selalu menyanyikan pujian di hadapan pastor yang mengkhotbahinya setiap akhir pekan.

Pria Berbaju Putih Saat Tsunami Membuat Cheng Jadi Mualaf

Ini adalah kisah tentang Muhammad Cheng. Dia masuk Islam pada 2005 setelah menjadi penyintas bencana tsunami. Dikutip dari Aboutislam.net, Selasa (19/5), Cheng adalah keturunan China. Keluarganya telah tinggal di Aceh selama tiga generasi sampai saat ini.

Keluarganya adalah pedagang. Leluhurnya datang ke daerah yang Islami di Asia Tenggara ini untuk berdagang. Di Aceh, mereka mendapatkan perlakuan yang baik. Pemerintah yang adil dan masyarakat ramah yang tidak mengganggu.

Mualaf Prancis Nicolas: Hati Bergetar Pertama Sentuh Alquran

Sekilas, Nicolas Keke Adjignon (36 tahun) kelihatan tidak berbeda dengan orang Indonesia pada umumnya. Namun, siapa sangka, pria yang akrab disapa Nico itu lahir dari orang tua berkewarganegaraan Prancis. Warna kulitnya yang agak kecokelatan berasal dari ayahnya yang masih keturunan campuran, Prancis dan Benin sebuah negara di Afrika Barat.

Nico tumbuh besar di Paris. Sewaktu remaja, dia gemar menghabiskan waktu dengan bermain musik. Malahan, dia dan kawan-kawannya kemudian membentuk suatu kelompok musik beraliran black metal. Akhir pekannya kerap diisi dengan mengobrol bersama geng-nya, sambil menenggak minuman beralkohol dan merokok.

852 Ekspatriat di Uni Emirat Arab Jadi Mualaf

Ratusan orang ekspatriat dari berbagai negara menjadi mualaf di Uni Emirat Arab (UEA) pada tahun ini. Jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu. Dilansir di UAE News, Jumat (15/5), setidaknya 852 ekspatriat menjadi Muslim antara Januari dan April 2020. Jumlah itu naik dari 838 selama periode yang sama tahun lalu.

Salah satu ekspatriat yang menjadi mualaf adalah Ivan Knightsbride. Ekspatriat dari Rusia ini, merupakan ekspatriat yang pindah ke Dubai dari Rusia setahun yang lalu. Namun demikian kunjungannya yang sering ke UEA membantunya belajar tentang Islam.

Mualaf Danielle Lo Duca, Terpikat Bismillah dan Al Anbiyaa

Pascatragedi 9/11, Danielle Lo Duca sempat membenci Islam, termasuk sosok Nabi Muhammad SAW. Namun, kebencian tak benar-benar sanggup menguasai dirinya. Sebelum memeluk Islam, dia merupakan pribadi yang tak begitu peduli terhadap kepercayaan religius. Namun, tragedi 9/11 terjadi. Perempuan ini mulai tertarik untuk mengenal agama-agama, terutama Islam.

Menurut sosok asal Amerika Serikat ini berbagai pemberitaan pascainsiden tersebut menyoroti para teroris yang membawa label agama ini. Media-media gencar menyiarkan betapa kejamnya teroris yang menyerang Menara Kembar World Trade Center (WTC) pada 11 September 2001. Danielle saat itu seperti pada umumnya masyarakat AS yang terbawa suasana duka sekaligus marah.