Kategori: Muallaf

Phillipe Troussier Temukan Cahaya Islam di Maroko

Bagi penggemar sepak bola dunia, mungkin sudah tidak asing dengan nama Phillipe Troussier. Dia adalah pelatih sepak bola asal Prancis yang pernah melatih Maroko. Ia juga pernah melatih tim Afrika Selatan, Nigeria, Pantai Gading, Burkina Faso, Qatar, dan Jepang. Pada tahun 2002, saat melatih Jepang, ia membawa negeri matahari terbit ini ke putaran kedua Piala Dunia yang digelar di Jepang dan Korea Selatan.

Itu telah berlalu. Setelah melatih Jepang, ia sempat berpindah-pindah ke negara yang meminta dirinya untuk melatih tim sepak bola nasionalnya. Pada 2005, Ia melatih Maroko, namun hanya berlangsung sekitar tiga bulan karena adanya perbedaan pendapat dengan Federasi Sepakbola Maroko. Lalu, pada Maret 2008, ia kembali ke Jepang dan melatih FC Ryuku. Namun, ia kemudian digantikan oleh Jean Paul Rabier.

Islamnya Sang Mantan Bandit

Pemilik nama asli Regis Fayette Mikano melewati masa-masa kelam dalam hidupnya. Berbagai aksi kejahatan pernah dilakoni oleh pria berdarah Kongo ini. Pria kelahiran 14 Maret 1975 ini mengisahkan sepak terjangnya sebelum merengkuh di pangkuan Islam. Ia sering kali terlibat dalam pencurian mobil dan peredaran narkoba.

Tak sedikit orang yang antipati terhadap masa depannya. Semua bermula ketika pada 1977 kedua orang tua Regis yang berdarah Kongo membawanya kembali ke negara asal mereka, Kongo, dan tinggal di Brazzaville (ibu kota serta kota terbesar di Republik Kongo). Regis menghabiskan masa kecilnya di sana, sebelum ia dan keluarganya kembali ke Prancis dan menetap di Distrik Ghetto atau Neuhof (selatan Kota Strasbourg) pada 1981.

Queenie Padillais: Allah Ada dalam Hidup Saya

Ada alasan yang sangat fundamental mengapa aktris asal Filipina ini akhirnya memilih Islam sebagai jalan hidupnya. Keputusan itu pun ia ambil ketika ia masih sangat muda, ya, 20 tahun.

Islam benar-benar telah memberikan pemilik nama lengkap Queenie Padillais ini tujuan hidup. Saat menggeluti peran dan berkecimpung di dunia hiburan, Queenie, begitu sapaan akrabnya, memang merasa sangat bahagia. Segala materi yang ia inginkan, begitu mudah ia dapatkan.

Tinggalkan Kemewahan, Yahya Lebih Memilih Islam

Pria bernama lengkap Yahya Schroder ini memutuskan memeluk Islam saat usianya masih remaja, 17 tahun. Usai berikrar syahadat, Schroder terpaksa meninggalkan keluarganya dan pindah ke Potsdam dekat Berlin. Padahal, ia lahir dari keluarga dengan ekonomi berkecukupan.

“Ketika saya tinggal dengan ibu dan ayah tiri saya memiliki segalanya; sebuah rumah besar, uang, tv, dan play station. Tapi saya tidak senang. Aku sedang mencari sesuatu yang lain,” kenang Schroder.

Dirk Walter Monsig: Alquran Terangi Hidupku

Dirk Walter Mosig, seorang Katolik Roma yang taat menjalani perjalanan dari Jerman, Spanyol ke Argentina dan merasa sempurna ketika dia menemukan Islam dalam bentuk Alquran Spanyol. Dengan menceritakan pengalamannya untuk mendapatkan kebenaran tertinggi, Mosig menyarankan orang lain untuk mengambil salinan Alquran dan membacanya, karena kitab ini adalah sebuah komunike dari Sang Pencipta kepada manusia.

“Saya dilahirkan di keluarga Kristen Jerman selama masa Perang Dunia II yang paling ganas, di Berlin, pada tahun 1943. Keluarga saya pindah ke Spanyol, pada tahun yang sama, dan kemudian, pada tahun 1948, ke Argentina. Di sana saya tinggal selama 15 tahun. Saya lulus dari sekolah menengah saya di sekolah “La Salle” Katolik Roma, di Cordoba, Argentina.