Kategori: Muallaf

Bilal Philips, Mualaf yang Giat Berdakwah

“Tidak ada waktu untuk liburan ketika Anda menyadari betapa sedikit waktu yang ada dan betapa banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk Islam,” kata Bilal Philips, mengawali kisah hidupnya dari seorang non-Islam menjadi pakar Islam yang giat berdakwah.

Abu Ameenah Bilal Philips merupakan seorang mualaf yang mengabdikan dirinya pada pendidikan Islam. Ia sangat terpesona pada agama yang dibawa Rasulullah ini hingga mempelajarinya ke Haramain, tanah kelahiran Islam. Setelah mumpuni berislam dari Universitas Madinah dan Universitas King Saud Riyadh, ia pun menjadi dosen teologi Islam, bahkan membentuk Islamic Online University yang berpusat di Qatar.

Jadi Mualaf, Kepala Suku Afrika Siap Dakwahkan Islam

Kepala Suku Afrika, Toyigbe Zola meghadiri acara pertemuan Dai dan Ulama Internasional ke-5 di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Rabu (4/7). Dalam acara tersebut, Toyigbe diberikan kesempatan untuk menyampaikan testimoninya pada salah satu sesi seminar bersama ulama dari Arab Saudi.

Pria bertubuh besar ini maju ke tengah-tengah peserta dengan ditemani Syekh Abu Bakar, seorang ulama Afrika yang aktif berdakwah di Afrika. Saat menyampaikan testimoninya, Toyigbe mengawali dengan mengucapkan salam sebanyak tiga kali.

Setelah Bertanya Hidup Sesudah Mati, Fotografer Terkenal Sanders Masuk Islam

Fotografi mengenalkan Islam kepada Barat, begitu kata Peter Sanders. Ia adalah fotografer kelas dunia yang juga merupakan pemilik Peter Sanders Photography Library. Menurut Sanders, masyarakat Barat banyak tidak tahu dan tak mengenal Islam secara benar.

Lantas, ada peristiwa 11 September 2001. Dari situlah Barat mengetahui Islam yang sebenarnya secara lebih mendetail. Termasuk, melalui hasil karya seni atau fotografi, seperti yang dihasilkan Sanders. “Hasil fotografi yang indah akan lebih cepat memperkenalkan Islam kepada Barat,” tutur Sanders.

Tertarik dengan Kesederhanaan Berjilbab, Gadis Amerika Ini Jadi Mualaf

Saat berusia 16 tahun Latasha sangat taat dalam menjalankan perintah agamanya, sebagai seorang kristen. Namun semakin Latasha banyak membaca kitab agamanya itu, dia justru semakin tidak menemukan jawaban tentang berbagai pertanyaan yang ada di hatinya.

Bahkan untuk mendapat jawaban tentang keraguannya itu, Latasha bersekolah di sebuah sekolah khusus membahas kitab suci agamanya saat usianya menginjak 20 tahun.

Oh-Hayat tak Sabar Ingin Berpuasa Ramadhan

Seorang wanita asal Uganda memutuskan untuk memeluk Islam selama berlangsungnya acara kompetisi Alquran di Dubai Chamber, Uni Emirat Arab. Di sela-sela acara Dubai International Holy Quran Award (DIHQA) pada Selasa (29/5) malam waktu setempat, Monica Oh-Hayat mengucapkan kalimat Syahadat di hadapan lebih dari 100 peserta penghafal Alquran yang terbawa haru.

Wanita berusia 26 tahun yang baru saja menjadi mualaf itu begitu antusias dengan Ke-Islamannya. Pada kesempatan itu, Dr Hassan Ahmed Abu Nar, anggota Komite Arbitrase, memberikan pencerahan kepada Oh-Hayat akan pilar utama dari Islam dan keimanannya.

Oh-Hayat mengatakan, nenek moyangnya adalah Muslim dan beberapa sepupunya juga merupakan Muslim. Ia mengaku terinspirasi oleh etika dan gaya hidup teman-teman dan keluarga Muslimnya.

“Semua teman saya adalah Muslim dan mencerahkan saya tentang Islam dan menyarankan saya untuk mengumumkan memeluk Islam di sini di DIHQA. Saya ingin dari lubuk hati saya untuk memeluk Islam,” kata Oh-Hayat, dilansir di Khaleej Times, Kamis (31/5).

Ia juga mengungkapkan, bahwa ia sangat senang mengenakan jilbab dan pakaian Islam untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Dengan Ke-Islamannya, ia mengaku merasa terlahir kembali di dunia ini.

“Dan saya ingin belajar bagaimana beribadah, berpuasa di bulan suci Ramadhan, dan mempelajari semua ajaran Islam,” ujarnya.

Sementara itu, seorang penduduk Mesir bernama Mohammed Al Ashqar mengatakan, bahwa ia tidak bisa menahan air matanya ketika menyaksikan mualaf wanita muda itu dalam suasana yang begitu menyentuh hati.

“Itu sangat menginspirasi dan menyentuh hati melihat ia memeluk Islam, sementara orang-orang muda memukau penonton dengan pembacaan Alquran yang sempurna dan merdu,” ujar Al Ashqar.

Seorang warga Pakistan bernama Mohammed Ashraf mengatakan, sebelumnya ia telah menghadiri acara penghargaan Alquran selama 10 tahun terakhir. Ia juga mengaku pernah menyaksikan acara pertaubatan sebelumnya di Dubai Chamber. Ia lantas berharap kebaikan bagi Oh-Hayat.

“Ini adalah momen yang sangat menginspirasi, dan saya percaya itu adalah salah satu keajaiban Alquran suci yang tidak memiliki akhir dan begitu menyentuh hati siapa pun,” ujar Ashraf. (sumber: ROL)