Kategori: Muallaf

Mualaf I Gede Nyoman Wisnu, Surat Al-Ikhlas Getarkan Hati

Wisnu, pria berusia 34 tahun lahir di keluarga yang berbeda agama. Ibunya seorang Muslimah, sedangkan ayahnya penganut Hindu. Perjalanannya menemukan hidaya Islam pun cukup berliku.Sejak kecil, pemilik nama lengkap I Gede Nyoman Wisnu Satyadharma ini diajarkan dua agama dari kedua orang tuanya. Kebiasaan ini berlangsung hingga kelas lima SD. Wisnu lahir dan besar di Bandung, ayahnya hanya setiap pekan datang.

Sejak kelas lima SD inilah, ayahnya memutuskan agar anak-anaknya hanya mempelajari agama sang ayah saja dan berhenti belajar tentang Islam. Wisnu kemudian memeluk hindu hingga SMA. Namun hal itu hanya untuk memenuhi apa yang diperintahkan orang tuanya.

Temukan Kebenaran Islam, Pemuda Amerika Putuskan Jadi Mualaf

Seorang mualaf asal Michigan, Amerika Serikat, Tommy mengisahkan perjalanan panjangnya menemukan Islam. Ia menyingkirkan semua citra buruk Islam yang digambarkan di banyak media sehingga menemukan kebenaran Islam.

Tommy mengisahkan latar belakangnya yang lahir dalam keluarga Katolik Roma Polandia yang cukup religius. Ia dibaptis saat lahir dan menghadiri pra-sekolah agama di Detroit, Michigan.

Dari Buku yang Terjatuh, Derbeshyr Jadi Mualaf

Yusuf Derbeshyr merupakan seorang pemuda Inggris. Seperti pemuda Inggris pada umumnya yang suka bersenang-senang, Yusuf juga menjalani kehidupannya seperti itu.
Setiap akhir pekan dia selalu pergi ke bar untuk minum-minum dan berkumpul bersama teman-temannya. Namun gaya hidupnya berubah sepulangnya dari berlibur.

Hidayah menjadi muslim datang, bukan pengalaman saat berlibur yang membawanya mengenal Islam, melainkan sebuah buku. Lima tahun lalu dia pergi berlibur ke Yunani.
Untuk mengisi waktu luang saat berlibur, Yusuf memutuskan untuk membawa beberapa buku untuk dibaca di bandara, atau ketika bersantai di sisi kolam renang.

Mualaf Islandia Linda, Ateis Temukan Damai dalam Berislam

Perempuan ini menemukan hidayah Islam di negara sejauh 12 ribu kilometer dari tanah tempat kelahiran nya. Audur Linda Sonjudottir, demikian namanya, lahir 22 tahun lalu di Mosfellsbaer, sebuah kota kecil di Islandia. Saat dirinya masih kecil, ibu kandungnya meninggal dunia. Ia pun dibesarkan ayah dan ibu tirinya sebagai pemeluk Kristen.

Linda mengenang, masa kecilnya diwarnai kebahagiaan. Ia dan kedua saudaranya saat itu cukup taat beribadah. Kebiasaan itu terbangun berkat didikan orang tuanya. Keluarganya selalu rutin pergi ke tempat upacara keagamaan setiap akhir pekan.

Pengalaman Mualaf Peter Susilo Tinggalkan Riba, Hidup Berkah

Bagi Peter Susilo, perkawinan tidak hanya menjadikannya berperan baru sebagai suami. Lebih dari itu, hidayah Allah SWT menyinari hatinya sejak dirinya menikah. Sebelum menjadi seorang Muslim, pria 38 tahun itu menganggap agama hanyalah sebuah identitas yang melekat pada diri seseorang. Ia pun pernah beberapa kali berpindah iman, dari satu agama ke agama lainnya. Hal itu dilakukannya sebelum menemukan cahaya Islam.

Sewaktu duduk di bangku SMA, lelaki yang lahir dan tumbuh besar di Bukittinggi, Sumatra Barat, itu tertarik dengan seorang gadis. Ber be da dengannya, perempuan itu me me luk Islam. Bahkan, gadis puja an nya itu termasuk Muslimah yang taat.