Kategori: Muallaf

Stevanus Hanzen, Berawal dari Lagu Islami

Seni tidak sekadar memberikan hiburan, melainkan juga medium pesan. Melalui musik, misalnya, seorang seniman dapat menyampaikan gagasan tentang pentingnya kepedulian atau tenggang rasa.

Bagi Stevanus Hanzen, fungsi seni justru lebih intens lagi. Pasalnya, hati mualaf tersebut pertama kali tertarik pada Islam kala dirinya mulai hobi mendengarkan lagu-lagu religi. Sejak duduk di kelas satu SMP, pria berdarah Tionghoa itu menggemari salah satu grup, Wali Band.

Hiroaki Kawanishi, Mualaf yang Ingin Sebarkan Islam di Jepang

Akademisi Jepang, Ali Hiroaki Kawanishi, menceritakan kisah bagaimana ia memutuskan untuk memeluk agama Islam. Dia mengatakan, keputusan tersebut tergolong tiba-tiba. Suatu hari dia bangun dari tidurnya dan memutuskan untuk masuk Islam.

“Hari itu, tanpa ragu, saya pergi ke masjid dan menjadi seorang Muslim. Dalam arti yang sebenarnya, tidak ada sesuatu yang tidak dikehendaki oleh Allah. Saya bisa mengatakan, ‘Saya telah diberkahi dengan Islam’,” katanya, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (3/5).

Kerendahan Hati Mo Salah Jadi Inspirasi Mualaf Inggris

Pesepak bola Liverpool asal Mesir, Mohamed Salah, menjadi inspirasi dua perempuan Inggris memeluk Islam. Dua perempuan bersaudara, Amy dan Nikki, mengaku terinspirasi kerendahan hati dan perilaku dari penyerang klub Liga Primer Inggris tersebut.

Keduanya masuk Islam selama kunjungan ke Aswan di Mesir. “Kami dipengaruhi keramahan komunitas Muslim di Eropa dan kerendahan hati Mohamed Salah,” kata Amy dan Nikki, dilansir di Gulf Today, Selasa (24/8).

Peter Oudenes: Islam Agama Sempurna

Mualaf ini lahir di Negeri Belanda, tepatnya Kota Schoonhoven, sekira 34 tahun lalu. Peter Oudenes, demikian namanya, menemukan hidayah Ilahi ketika berada di Indonesia. Perantauannya pertama kali ke negara Asia Tenggara ini terjadi beberapa tahun lalu, sewaktu dirinya mendapatkan pekerjaan selepas kuliah.

Mungkin, pada waktu dahulu tak pernah terlintas dalam pikirannya untuk memilih Islam. Bagaimanapun, Allah Mahaberkehendak. Cahaya petunjuk-Nya menyinari siapa saja yang dikehendaki-Nya. Bila mengingat hal ini, tidak ada kata terucap dari lisan Peter selain hamdalah, bersykur ke hadirat-Nya.

Andre Ho, Hidayah Luruhkan Kebencian

Sering kali, kebencian muncul dari kurangnya pengetahuan tentang perkara yang dibenci. Padahal, belum tentu sesuatu itu layak direspons dengan perasaan sangat tidak suka. Boleh jadi, ada kebaikan di dalamnya. Karena itu, penting sekali tidak buru-buru menilai.

Kesan demikian terasa dari perjalanan spiritual seorang mualaf bernama Andre Ho. Lelaki berusia 37 tahun tersebut sebelumnya sangat membenci Islam. Pernah dalam hidupnya, pemilik nama lain Muhammad Fikrul Mustanir itu sengaja menggiring opini publik agar memandang sinis agama tauhid. Akun media sosial miliknya sempat penuh dengan tulisan-tulisan yang menyudutkan Alquran, Nabi Muhammad SAW, dan Muslimin.