Kategori: Mukjizat

Wudhu Menyehatkan

Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahun, wudhu kemudian diyakini mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit. Hal tersebut karena hampir 500 titik energi akupuntur akan terkena air saat berwudhu, sehingga dapat memperbaiki sel-sel saraf tubuh.

“Wudhu bisa mengembalikan tubuh yang lemah menjadi kuat, mengurangi kekejangan saraf-saraf, otot menjadi lebih rileks, mengurangi kecepatan detak jantung dan nyeri-nyeri otot, serta menghilangkan kecemasan dan insomnia, kata anggota Ikatan Dokter Kerajaan Arab Saudi, Ahmad Syauqy Ibrahim.

Ketika Tukang Sihir Firaun Bertobat

Belasan ribu penyihir datang ke tengah lapang. Mereka membawa tali dan tongkat se bagai senjata. Para tu kang sihir suruhan Firaun itu hendak menghadapi Mu sa yang datang hanya bersama saudaranya Harun. Kala itu, Musa sekadar membawa tongkatnya sebagai sandaran.

“Ahli-ahli sihir berkata, ‘Hai Musa, kamukah yang akan melemparkan lebih dahulu ataukah kami yang akan melemparkan lebih dahulu, ataukah kami yang akan melemparkan?’ Musa menjawab, lemparkanlah (lebih dahulu)! Maka, tatkala mereka melemparkan, mereka menyulap mata orang dan menjadikan orang banyak itu takut serta mereka mendatangkan sihir yang besar (menakjubkan)” (QS al- Araf:115-116).

Sebutan Buah Tin dalam Al-Quran

Tin adalah pohon yang berasal dari Tanah Arab dan menjadi kebanggaan bangsa Arab karena diber kahi. Ia dianggap sebagai pohon tertua yang dikenal manusia dalam sejarah kemanusiaan. Pada musim kemarau, buah tin dibuat untuk menu makanan yang lezat. Sedangkan pada musim hujan, buah tin diolah sebagai makanan kering yang sangat diminati.

Sebagaimana dijelaskan dalam buku Ensiklopedia Mukjizat Al Qur’an dan Hadis terbitan PT Sapta Sentosa, orang-orang Tunisia, Paraoh (Mesir Kuno), dan Yunani mengenal buah tin sebagai makanan se kaligus obat.

Mukjizat Ilmiah dari Kisah Al Kahfi

Mukjizat Al-Qur’an – Peristiwa tidur panjang yang pernah dialami oleh Ashabul Kahfi merupakan mukjizat sekaligus fenomena ilmiah yang sangat menakjubkan. Bagi sebagian orang, mungkin merasa sulit untuk memercayai dan menganggap peristiwa yang melegenda ini hanya mengada-ada atau sebatas cerita rekaan belaka. Padahal, Alquran tidak membutuhkan pembenaran karena merupakan kitab suci yang penuh hikmah dan tidak ada keragu-raguan di dalamnya.

Di awal ayat Al-Qur’an, dengan tegas Allah Swt menegaskan: “Alif laam miim. Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (QS. Al-Baqoroh 2: 1-2)

Mukjizat Al-Quran

Kata ‘mukjizat’ biasa digunakan untuk meluapkan ketakjuban pada hal-hal di luar kemampuan dan di luar kebiasaan manusia. Mukjizat merupakan anugerah Allah Ta’ala kepada seseorang yang selalu bersandar kepada-Nya. Ia menjadi cara-Nya menolong hamba-Nya, mendukung para Nabi dan Rasul-Nya sebagai bukti kebenaran sebagai utusan Allah. Dengan tujuan agar akal manusia tertunduk, pandangan mata bercahaya, mengagumi dan mempelajari ilmu dan hikmah. Menjadi sumber rahmat serta petunjuk, meyakinkan umat bahwa wahyu yang disampaikan kepada manusia adalah Kalimat Allah Ta’ala, bukan perkataan manusia. Juga menjadi cara-Nya untuk menunjukkan kekuasaan-Nya.

Para utusan Allah Ta’ala dibekali mukjizat, berupa benda dan kemampuan tertentu sesuai tantangan zamannya. Dengan izin-Nya memiliki kekuatan di luar batas kemampuan manusia pada masanya dan hanya berlaku di masa hidupnya. Sebagai contoh, Nabi Isa ‘alaihissalam, dengan izin-Nya bisa menyembuhkan orang sakit kusta, buta sejak lahir bahkan menghidupkan orang mati (Qs.3:49). Begitu halnya dari sembilan Mukjizat Nabi Musa ‘alaihissalam dan yang paling popular, berupa tongkat yang bisa menjelma menjadi ular. Bahkan bisa membelah lautan menjadi daratan dan mengembalikan lautan seperti semula. Dapat menyelamatkan orang-orang yang beriman dari kezholiman Fir’aun, menjadi penyebab tenggelamnya Fir’aun dan bala tentaranya, kematian dan keruntuhan kekuasannya.