Kategori: Mukjizat

Bersatunya 2 Pohon yang Berjauhan untuk Lindungi Rasulullah

Allah SWT memberikan mukjizat kepada para nabi dan rasul, sebagai salah satu identitas dan bukti kerasulannya. Nabi Muhammad SAW juga dikaruniai mukjizat atau kemampuan luar biasa dalam kehidupannya. Begitu banyak mukjizat atau keajaiban yang dimiliki Nabi Muhammad SAW.

Seperti dinukilkan dari buku berjudul “Mukjizat-mukjizat Nabi Muhammad: Bukti-bukti Keagungan Rasul Akhir Zaman” oleh Abdul Aziz bin Muhammad as-Salam, terdapat salah satu mukjizat yang menjadi tanda kebesaran Nabi Muhammad, yakni pohon yang tunduk kepada perintahnya.

Dikutip dari kitab Shahih Muslim, kisah tentang pohon ini diceritakan Jabir.

خرجنا فنزلنا منزلا صحراء ديمومة ، ليس فيها شجرة فقال النبي – صلى الله عليه وسلم – لجابر : ” يا جابر ، انطلق فانظر لي مكانا ” – يعني للوضوء – فانطلقت فلم أجد إلا شجرتين متفرقتين ، لو إنهما اجتمعتا سترتاه . فرجعت إلى النبي – صلى الله عليه وسلم – فقلت : يا رسول الله ، لم أجد إلا شجرتين متفرقتين لو أنهما اجتمعتا سترتاك ، فقال النبي – صلى الله عليه وسلم – : ” انطلق إليهما فقل لهما : إن رسول الله – صلى الله عليه وسلم – يقول لكما : اجتمعا ” . فخرجت فقلت لهما ، فاجتمعتا حتى كأنهما في أصل واحد ، ثم رجعت فأخبرت النبي – صلى الله عليه وسلم – فخرج رسول الله – صلى الله عليه وسلم – حتى قضى حاجته ، ثم رجع فقال : ” ائتهما فقل لهما : إن رسول الله – صلى الله عليه وسلم – يقول لكما : ارجعا كما أنتما ” . فرجعتا .

Suatu hari, Jabir dan para sahabat lain berjalan bersama Rasulullah SAW, hingga berhenti di sebuah lembah yang luas. Rasulullah SAW kemudian pergi untuk membuang hajat.

Jabir lantas mengikuti beliau dengan membawa kantong kulit berisi air. Saat itu, Nabi SAW melihat ke sekeliling dan tidak menemukan sesuatu yang bisa dijadikan sebagai tabir (penghalang).

Di pinggir lembah, terdapat dua pohon. Rasulullah kemudian menghampiri salah satu pohon dan meraih satu dahan sambil berkata, “Menunduklah kepadaku dengan izin Allah!” Pohon itu pun menunduk di hadapan Rasulullah seperti unta yang penurut.

Kemudian, Rasulullah menghampiri pohon yang lain, lalu meraih sebuah dahan sambil mengatakan, “Menunduklah kepadaku atas izin Allah!” Pohon itu pun menunduk di hadapan beliau, dan muncullah celah di antara kedua pohon itu.

“Saling mendekatlah kalian kepadaku atas izin Allah!” kata Nabi. Kedua pohon itu pun saling mendekat dan melekat.

Kemudian, Jabir pun menjauh dari tempat itu karena khawatir jika Rasul mengetahui ia di dekatnya. Jabir menjauh darinya sambil berbicara kepada diri sendiri, hingga ia mendengar suara mendekat.

Ternyata, itu suara Rasulullah yang sedang mendekat ke arahnya. Ia melihat kedua pohon itu telah berpisah dan masing-masing telah berdiri tegak kembali. (sumber: ROL)

Manfaat Thaharah dalam Pencegahan Penyakit Amat Nyata

Ada manfaat thaharah (bersuci) dalam pencegahan penyakit, terlebih saat ini dunia sedang berjuang untuk terlepas dari ancaman virus corona. Berbagai macam risiko penularan penyakit menjadi sangat tinggi terutama pada setiap orang yang lebih dulu mengidap berbagai penyakit seperti diabetes dan paru-paru.

Thaharah memiliki pengertian bersuci atau membersihkan diri sendiri, pakaian, tempat ibadah, dan lainnya yang menunjang kegiatan beribadah kepada Allah. Contoh thaharah yang sering dilakukan umat Islam adalah wudhu. Lima kali sehari umat Islam menunaikan wudhu sebelum sholat fardu.

Inilah Manfaat Sujud Bagi Kesehatan, Bukan Ibadah Semata

BUKAN semata gerakan sholat, ternyata ada manfaat sujud bagi kesehatan yang akan didapatkan jika melakukannya dengan benar. Gerakan shalat memang diketahui memiliki banyak sekali manfaat baik bagi kesehatan tubuh. Bahkan saat sujud terakhir dianjurkan berlama-lama sambil memanjatkan doa.

“Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh ﷺ bersabda:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ رواه مسلم

“Sedekat-dekatnya seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika dia sedang sujud, maka perbanyaklah doa.” [HR. Muslim, no. 482]”

Studi: Pola Tidur Rasulullah SAW Kurangi Risiko Kematian

Tiap sisi kehidupan Rasulullah SAW sangat sarat makna dan tuntunan agung. Di antaranya ‘gaya hidup’ Rasulullah adalah pola tidur yang ternyata, menurut sejumlah penelitian ilmiah, mempunyai dampak dan manfaat kesehatan yang sangat besar.

Pola tidur Rasulullah SAW misalnya cepat tidur dan cepat bangun. Beliau tidur di awal malam dan bangun pada pertengahan malam kedua. Biasanya, Rasulullah SAW bangun dan bersiwak, lalu berwudhu dan shalat sampai waktu yang diizinkan Allah.

Al Qur’an merupakan kitab suci umat muslim yang menjadi salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW. Para ulama sependapat, di antara sekian banyak mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad SAW, yang terbesar adalah Al Qur’an. Al Qur’an adalah kitab suci penyempurna kitab-kitab suci para nabi sebelumnya. Al Qur’an bukan hanya petunjuk untuk mencapai kebahagiaan hidup bagi umat muslim, tapi juga seluruh umat manusia.

Bukti otentisitas ini adalah banyaknya penghafal Al Qur’an yang terus lahir ke dunia, dan pengkajian ilmiah terhadap ayat-ayatnya yang tak pernah berhenti. Kejaibannya, meski Al Qur’an diturunkan 14 abad lalu, namun ayat-ayatnya banyak yang menjelaskan tentang masa depan dan bersifat ilmiah. Bahkan dengan kemajuan ilmu dan teknologi saat ini, banyak ayat-ayat Al Qur’an yang terbukti kebenarannya. Para ilmuwan telah berhasil membuktikan kebenaran itu melalui sejumlah ekperimen penelitian ilmiah.