Kategori: Mukjizat

Sebutan Buah Tin dalam Al-Quran

Tin adalah pohon yang berasal dari Tanah Arab dan menjadi kebanggaan bangsa Arab karena diber kahi. Ia dianggap sebagai pohon tertua yang dikenal manusia dalam sejarah kemanusiaan. Pada musim kemarau, buah tin dibuat untuk menu makanan yang lezat. Sedangkan pada musim hujan, buah tin diolah sebagai makanan kering yang sangat diminati.

Sebagaimana dijelaskan dalam buku Ensiklopedia Mukjizat Al Qur’an dan Hadis terbitan PT Sapta Sentosa, orang-orang Tunisia, Paraoh (Mesir Kuno), dan Yunani mengenal buah tin sebagai makanan se kaligus obat.

Mukjizat Ilmiah dari Kisah Al Kahfi

Mukjizat Al-Qur’an – Peristiwa tidur panjang yang pernah dialami oleh Ashabul Kahfi merupakan mukjizat sekaligus fenomena ilmiah yang sangat menakjubkan. Bagi sebagian orang, mungkin merasa sulit untuk memercayai dan menganggap peristiwa yang melegenda ini hanya mengada-ada atau sebatas cerita rekaan belaka. Padahal, Alquran tidak membutuhkan pembenaran karena merupakan kitab suci yang penuh hikmah dan tidak ada keragu-raguan di dalamnya.

Di awal ayat Al-Qur’an, dengan tegas Allah Swt menegaskan: “Alif laam miim. Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (QS. Al-Baqoroh 2: 1-2)

Mukjizat Al-Quran

Kata ‘mukjizat’ biasa digunakan untuk meluapkan ketakjuban pada hal-hal di luar kemampuan dan di luar kebiasaan manusia. Mukjizat merupakan anugerah Allah Ta’ala kepada seseorang yang selalu bersandar kepada-Nya. Ia menjadi cara-Nya menolong hamba-Nya, mendukung para Nabi dan Rasul-Nya sebagai bukti kebenaran sebagai utusan Allah. Dengan tujuan agar akal manusia tertunduk, pandangan mata bercahaya, mengagumi dan mempelajari ilmu dan hikmah. Menjadi sumber rahmat serta petunjuk, meyakinkan umat bahwa wahyu yang disampaikan kepada manusia adalah Kalimat Allah Ta’ala, bukan perkataan manusia. Juga menjadi cara-Nya untuk menunjukkan kekuasaan-Nya.

Para utusan Allah Ta’ala dibekali mukjizat, berupa benda dan kemampuan tertentu sesuai tantangan zamannya. Dengan izin-Nya memiliki kekuatan di luar batas kemampuan manusia pada masanya dan hanya berlaku di masa hidupnya. Sebagai contoh, Nabi Isa ‘alaihissalam, dengan izin-Nya bisa menyembuhkan orang sakit kusta, buta sejak lahir bahkan menghidupkan orang mati (Qs.3:49). Begitu halnya dari sembilan Mukjizat Nabi Musa ‘alaihissalam dan yang paling popular, berupa tongkat yang bisa menjelma menjadi ular. Bahkan bisa membelah lautan menjadi daratan dan mengembalikan lautan seperti semula. Dapat menyelamatkan orang-orang yang beriman dari kezholiman Fir’aun, menjadi penyebab tenggelamnya Fir’aun dan bala tentaranya, kematian dan keruntuhan kekuasannya.

Bangsa Bermata Sipit dan Tanda Akhir Zaman

“Kiamat tidak akan terjadi,” kata Nabi dalam salah satu haditsnya, “sampai kalian memerangi sekolompok orang yang sendalnya terbuat dari rambut, dan memerangi bangsa Turk, yang mana mereka bermata sipit, berwajah kemerah-merahan, berhidung pesek, wajah mereka berbentuk perisai yang bundar.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam hadits lain riwayat Ahmad dan Ibnu Majah disebutkan, “Kiamat tidak akan terjadi hingga kalian memerangi suatu bangsa bermata sipit, bermuka lebar, bermata hitam, muka mereka seperti perisai, memakai sepatu bulu, membawa perisai dan mereka menambatkan kuanya di pohon kurma.”

Rasulullah Sebut Perkawinan Sesama jenis Tanda Hari Kiamat

Beberapa tahun yang lalu, mungkin orang tidak pernah menyangka akan ada undang-undang yang melegalkan perkawinan sesama jenis di berbagai negara non Islam. Bahkan ada sebuah data menyebutkan jumlah laki-laki penyuka sesama jenis mencapai 10 % di Amerika Serikat.

Jika kita berjalan-jalan di Eropa, mayoritas orang di jalanan adalah orang usia lanjut. Sedikit dari mereka yang muda dan anak-anak. Tak heran jika Eropa disebut sebagai ‘Benua Renta’. Penyebabnya adalah banyak orang tidak mau menikah, dan mulai ramainya perkawinan sesama jenis. Sehingga pertumbuhan penduduknya pun semakin rendah.