Kategori: Mukjizat

Saat Besi Menjadi Saksi

Para arkeolog menyatakan setelah Zaman Batu terdapat Zaman Logam. Perkembangan kebudayaan Zaman Batu yang berlangsung selama puluhan ribu tahun Sebelum Masehi (SM) berjalan sangat lambat. Manusia bertahan hidup dengan perkakas batu. Pada akhir Zaman Batu yakni Periode Neolitik akhirnya manusia mengenal bercocok tanam dan hidup menetap membuat rumah sederhana.

Pada Zaman Logam terjadi lompatan peradaban yang luar biasa. Manusia mampu menghasilkan alat logam untuk berbagai keperluan termasuk alat perang. Pada zaman yang berlangsung beberapa ribu tahun SM itu akhirnya manusia dapat membuat kerajaan dan terjadi kemajuan di berbagai bidang kehidupan.

Keajaiban Alquran: Lapisan Atmosfer

Setiap lapisan memiliki fungsi khusus, dari pembentukan hujan hingga perlindungan terhadap radiasi sinar-sinar berbahaya; dari pemantulan gelombang radio hingga perlindungan terhadap dampak meteor yang berbahaya. Bumi memiliki seluruh sifat yang diperlukan bagi kehidupan. Salah satunya adalah keberadaan atmosfir, yang berfungsi sebagai lapisan pelindung yang melindungi makhluk hidup.

Adalah fakta yang kini telah diterima bahwa atmosfir terdiri dari lapisan-lapisan berbeda yang tersusun secara berlapis, satu di atas yang lain. Persis sebagaimana dipaparkan dalam Alquran, atmosfir terdiri dari tujuh lapisan. Ini pastilah salah satu keajaiban Alquran. Satu fakta tentang alam semesta sebagaimana dinyatakan dalam Alquran adalah bahwa langit terdiri atas tujuh lapis.

Ilmuwan: Informasi Alquran Berasal dari Sumber Supranatural

Alquran telah menyebutkan dan menulis fakta-fakta ilmiah sejak diturunkan 1.400 tahun lalu. Dilansir dari The Siasat Daily pada Rabu (8/11), fakta-fakta ilmiah dalam Alquran mendapat pengakuan para ilmuan, tak hanya Muslim, tetapi non-Muslim.

Beberapa ilmuwan non-Muslim memeluk Islam setelah menemukan fakta ilmiah dalam Alquran. Pertama mengenai ciptaannya. Bahwa ilmu pengetahuan mengatakan, air adalah bagian terbesar setiap makhluk hidup. Pun setiap sel makhluk hidup memiliki 78 persen air.

Subhanallah, Allah Telah Menerangkan Adanya Langit Melindungi Bumi

Bumi dan langit merupakan satu kesatuan yang memang tak dapat dipisahkan. Keduanya sangat berperan bagi kelangsungan makhluk hidup di dalamnya. Maka, ketika langit tidak ada, maka bumi mungkin tidak akan bisa bertahan lama. Karena, satu hal yang melindunginya telah tiada. Dan ternyata, langit sebagai pelindung bumi ini telah Allah paparkan dalam kitab suci umat Muslim, al-Quran. Hal ini juga telah dibenarkan oleh para ilmuwan yang melakukan penelitian tentang hal ini.

Planet bumi selalu meliputi medan magnet yang sangat kuat dan daerah ini menghalangi partikel-partikel yang dihasilkan oleh matahari yang disebut dengan angin matahari yang mematikan. Dan para ilmuwan menegaskan bahwa matahari ditransmisikan lebih dari seribu juta kilogram zat berbahaya dalam setiap detik. Tentu saja sebagian dari bahan ini dekat dengan bumi dan menguap di perbatasan dari magnetosfer bumi.

Berkah Mata Air pada Jari Tangan Rasulullah SAW

Allah SWT teramat sangat mencintai Rasulullah SAW, karenanya Dia selalu memberikan lindungan dan keberkahan kepadanya. Dan di antara keberkahan-keberkahan itu, ada yang Allah SWT wujudkan berupa mata air yang keluar dari jari Rasulullah SAW pada suatu perang. Saat perang itu berlangsung, Rasulullah SAW dan pasukan kaum muslimin telah kehabisan bahan makanan. Dan, Allah SWT memberikan pertolongan kepada mereka.

Abdurrahman bin Abu ‘Amrah al-Anshari meriwayatkan, ayahnya bercerita, “Kami bersama dengan Rasulullah SAW dalam suatu peperangan. Saat itu, orang-orang sedang dilanda kelaparan. Mereka meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk menyembelih sebagian hewan tunggangan mereka. Rasulullah SAW memahami keadaan itu dan memperbolehkannya. Kemudian Umar bin Khathab RA berkata kepada beliau, ‘Wahai Rasulullah, beri tahu aku, jika kita menyembelih sebagian hewan tunggangan kita dan besok kita menghadapi musuh, dan orang-orang kita dalam keadaan lapar?’ Rasulullah SAW kemudian berkata, ‘Lalu apa pendapatmu wahai Umar?’