Kategori: Pustaka

Zionis: Cara Tetua Yahudi Kuasai Dunia

Protokolat para tetua cendikia Zion (Protokolat Zionis), merupakan dokumen hasil pertemuan para pemimpin Yahudi di abad ke-19. Istilah ‘protokol’ dalam tulisan ini merujuk pada catatan beberapa pertemuan yang dihadiri lingkaran terdalam para pemimpin Zion.

Istilah ini juga menyiratkan sebuah strategi dalam mencapai tujuan-tujuan sebagaimana dinyatakan didalamnya. Catatan ini kemungkinan pertama kali diedarkan (atau diedarkan kembali) pada Kongres Zionis Pertama yang diadakan di Basel, Swiss (saat itu dieja Basle) pada tahun 1897. Kongres Zionis tersebut diprakarsai oleh Theodore Herzl yang menyelenggarakan kongres-kongres Zionis hampir setiap tahun sampai 1913, dan dilanjutkan kembali pada tahun 1921.

Menguak Misteri Nabi Muhammad SAW dalam Al Kitab

Nabi Muhammad SAW sebenarnya mudah dikenali oleh Ahlul Kitab alias kaum Nasrani. Hanya saja karena kedengkian yang muncul di sebagian para pemuka agamanya itu, para pengikutnya kemudian menjadi asing dengan Nabi Muhammad sebagai utusan Allah setelah Nabi Isa.

Seorang pendeta Katolik Roma dari sekte Uniate Chaledan dengan nama lengkap Profesor Rev. David Benjamin Keldani, B.D. adalah salah seorang tokoh agama Kristen yang dengan izin Allah SWT berhasil mengungkap “Misteri Muhammad SAW dalam Kitab Suci Injil”.

Sumber Awal ‘Sirah Nabawiyah’, Paling Klasik dan Pertama

Sebelum kedatangan Rasulullah SAW , bangsa Arab sejatinya belum memiliki materi biografi (Sirah) dan sejarah (tarikh) yang sebenarnya, kecuali hanya saling mewarisi cerita cerita yang berkembang diantara mereka.
Setelah itu semua muncullah sumber yang baru dengan kedatangan Muhammad SAW dengan dimulainya dakwah olehnya, yaitu dengan melalui hadis hadis yang disampaikannya kepada para sahabatnya, lalu dilanjutkan oleh sahabat kepada tabi’in (murid dari sahabat) kemudian kepada tabiut tabi’in (murid tabi’in) kemudian kepada orang orang yang datang setelahnya hingga berita tersebut sampai kepada kita hari ini dalam bentuk buku yang kini kami tawarkan kepada anda.

Cara Berdamai dengan Stres Ala Rasulullah SAW

Setiap orang mempunyai boiling point atau titik didih untuk menghadapi tingkat masalah yang dialami. Ketika tekanan mental atau persoalan yang dihadapi mencapai klimaksnya, akibatnya timbul stres. Nah, untuk mengatasi stres ini, 14 abad yang silam, Rasulullah SAW telah mengajarkan caranya.
Caranya ialah dengan istiqamah berdzikir, beristighfar, bertaubat, atau banyak bersedekah. Selain itu, Rasulullah SAW juga mengajarkan, ketika kita sedang marah—salah satu pemicu stres—maka segeralah berwudhu agar emosi dapat dikendalikan. Tetapi, bagaimana mungkin ibadah-ibadah tersebut mampu mengatasi stres?

Tangkal Pemikiran Menyimpang

Begitu banyak problematika di Indonesia, mulai yang berkaitan dengan kehidupan sosial, budaya, dan keagamaan, bahkan lebih spesifik masuk ke ranah penyimpangan aqidah. Buku karya Fahmi Salim ini berupaya mengkritisi secara tajam dan cerdas berbagai problematika tersebut.
Salah satu bahasan penting dalam buku ini disebutkan bahwa tuntutan kesetaraan perempuan dan laki-laki sudah sejak dahulu disuarakan kaum perempuan di zaman Rasulullah SAW. Jadi, bukan tuntutan di masa modern saja. Bedanya, dahulu posisi teologis Islam sudah tuntas, jelas, dan gamblang, diterima dengan ikhlas dan taat, tetapi sekarang justru digugat, dikaburkan, dan hendak dirombak total.