Kategori: Rasulullah

Cara Rasulullah Menjaga Kesehatan

Rasulullah SAW sendiri mengajarkan banyak ilmu kesehatan dan pengobatan. Dari teladan Rasulullah diketahui, umumnya penyakit bersumber dari perut sehingga kita harus menjaga kondisi lambung.

Lambung harus diisi seimbang antara makanan, air, dan udara. Satu saja tidak seimbang, pasti akan menimbulkan masalah hingga terserang penyakit. Makanan jatahnya hanya sepertiga dari ruang lambung, sesuai kaidah Rasulullah.

Cara Rasulullah Jaga Perasaan Orang Lain

Bentuk peka menghargai perasaan orang lain, Rasul tidak pernah menjatuhkan martabat dan harga diri seseorang di muka umum, sekalipun yang bersangkutan memang bersalah. Suatu ketika, Rasul pernah membuat suatu barang, lalu menjualnya murah.

Sekelompok orang mencibir tindakan Rasul itu. Sewaktu berkhutbah, Rasul menegur aksi yang dianggap mencederai perasaan tersebut. Tetapi, sama sekali tidak menyebut nama pelakunya, apalagi menjelek-jelekkan mereka di hadapan khalayak. Cukup menyebut “ma balu aqwam”, apa gerangan yang menimpa kaum itu, demikian sabda Rasul.

Rasulullah Sangat Lembut terhadap Anak Kecil

Rasulullah SAW sangat mencintai anak kecil. Beliau sangat lembut dan memahami perilaku mereka. Berikut adalah contoh sikap Rasulullah SAW pada anak kecil yang patut kita teladani.

– Rasulullah SAW senang bermain-main (menghibur) anak-anak dan kadang-kadang memangku mereka. Contoh: Beliau menyuruh Abdullah, Ubaidillah, dan lain-lain dari putra-putra pamannya Al-Abbas r.a. untuk berbaris lalu berkata, ” Siapa yang terlebih dahulu sampai kepadaku akan aku beri sesuatu (hadiah).” Merekapun berlomba-lomba menuju beliau, kemudian duduk di pangkuannya lalu Rasulullah menciumi mereka dan memeluknya.

Ini yang Diteladankan Nabi di Akhir Ramadhan

IBNU Umar Radhiyallahu anhu berkata, ”Rasulullah Shallallahu alayhi wasallam selalu melakukan i’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari Muslim).

Secara bahasa, menurut Imam Nawawi di dalam Riyadhus Sholihin, i’tikaf berarti menahan, sedangkan secara istilah syariat berarti tinggal di masjid untuk beribadah dalam jangka waktu tertentu.

Demi Allah! Dia Bukanlah Orang Gila

Ketika Rasulullah SAW melakukan dakwah secara terang-terangan, hati kaum Quraisy menjadi gundah-gulana. Memasuki musim Haji, kaum Quraisy tahu bahwa akan banyak orang yang mengunjungi Makkah, oleh karena itu mereka melihat perlunya merangkai satu pernyataan yang nantinya mereka sampaikan kepada delegasi tersebut perihal Muhammad SAW agar dakwah yang disiarkannya tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap jiwa-jiwa delegasi Arab tersebut.

Maka berkumpullah mereka di rumah al-Walid bin al-Mughairah untuk membicarakan satu pernyataan yang tepat dan disepakati bersama tersebut. Lalu Walid berkata “Bersepakatlah kalian dalam satu hal dan janganlah kalian saling berselisih sehingga membuat sebagian kalian saling mendustakan pendapat sebagian yang lain dan sebagian lagi mementahkan pendapat sebagian yang lain!”