Kategori: Rasulullah

Kedermawanan Rasulullah SAW

Sayyidina Umar bin Khattab bercerita, suatu hari seorang laki-laki datang menemui Rasulullah SAW untuk meminta-minta, lalu beliau memberinya. Keesokan harinya, laki-laki itu datang lagi, Rasulullah juga memberinya.

Hari berikutnya, lelaki itu datang lagi dan kembali meminta, Rasulullah pun memberinya. Pada keesokan harinya, lelaki itu datang kembali untuk meminta-minta, Rasulullah lalu bersabda, “Aku tidak mempunyai apa-apa saat ini. Tapi, ambillah yang kau mau dan jadikan sebagai utangku. Kalau aku mempunyai sesuatu kelak, aku yang akan membayarnya.”

Beginilah Kegiatan Harian Rasulullah Muhammad Saw

Saat ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha diminta Sa’ad bin Hisyam menginformasikan akhlak keseharian Rasulullah ﷺ, Ummul Mu`minin pun menjawab, “Sesungguhnya akhlak Nabi ﷺ adalah al-Qur`an.” (HR. Muslim). Berikut ini adalah gambaran global keseharian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang merupakan cerminan riil dari al-Qur`an.

Saat azan subuh berkumandang, beliau mengerjakan shalat sunnah qabliyah (sebelum subuh), lalu keluar rumah untuk menunaikan shalat subuh di masjid secara berjamaah. Usai menjalankannya, beliau biasa berdiam diri (i’tikaf) di masjid hingga matahari terbit.

Akhlak Rasulullah

Alkisah, Rasulullah SAW pernah ditanya, “Perbuatan apakah yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga?” Beliau menjawab, “Bertakwa kepada Allah dan berbudi pekerti yang baik” (HR Tirmidzi).

Hal ini berarti pentingnya akhlak mulia bagi seorang mukmin semata-mata demi mendatangkan ridha dan cinta Allah SWT serta meraih cinta dari hamba Allah lainnya di alam fana ini. Sebagaimana Allah mencintai orang-orang yang bertakwa dan menebarkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Doa Rasulullah dan Tumbangnya Raja Kisra

Salah satu penguasa Persia yang terkenal adalah Khosraw II. Raja yang juga sering disebut dengan Raja Kisra dalam tradisi Islam itu memerintah Dinasti Sassania selama periode 590-628 Masehi.

Tetapi, sayang, raja ke-22 Sassania tersebut mengingkari Tuhan, bahkan memproklamasikan dirinya sendiri sebagai sosok yang harus disembah rakyatnya. Ia terkenal diktator dan otoriter sehingga ia dijuluki dengan Parvez, “Yang Selalu Berjaya”.

Mengenal Istri-istri Rasulullah Muhammad Saw

Selama Nabi Muhammad ﷺ hidup, beliau pernah menikahi tiga belas wanita. Semuanya janda, kecuali A’isyah binti Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhuma. Berikut ini adalah daftar nama yang dinukil dari Ibnu Hisyam dalam karya berjudul “al-Sīrah al-Nabawiyyah” (1955: II/643).

Pertama, Khadijah binti Khuwailid. Maharnya waktu itu 20 ekor unta. Dalam catatan sirah yang masyhur, beliau menikahi Khadijah pada usia 25 tahun. Sementara Khadijah sendiri umurnya saat itu 40 tahun. Namun, Dr. Akram al-‘Umary dalam buku “Mā Syā’a walam Yatsbut fī al-Sīrah al-Nabawiyyah” (2007: 19) menguatkan riwayat Ibnu Ishaq yang menyatakan bahwa usia Khadijah ketika nikah adalah 28 tahun.