Kategori: Rasulullah

Cara Duduk dan Bersandar Rasulullah

Selama beraktivitas di kehidupan sehari-hari, sepanjang hari kita akan disibukkan dengan berbagi aktivitas yang melelahkan. Berdiri, berjalan, atau bahkan berlari. Dan dengan duduk atau bersandar pada sesuatu adalah posisi istirahat yang paling mudah dilakukan, selain tidur.

Ketika kita duduk atau bersandar kita tidak terlalu mementingkan posisi atau cara yang baik untuk melakukannya. Asal nyaman semua posisi dapay digunakan. Tetapi dalam Islam, Rasulullah mengajarkan kita bagaimana istirahat dengan duduk dan bersandar dengan posisi yang terbaik agar tidak menyakiti tubuh kita yang lelah.

Cara Rasulullah SAW Bertutur Kata

Rasulullah SAW terkenal sebagai seorang komunikator yang andal dan orator yang hebat. Cara beliau bertutur kata sangatlah beradap, bahasanya terususn indah dan mudah dipahami. Setiap perkataan Rasulullah SAW mengandung kebenaran.

Dikutip dari buku yang berjudul ‘Teladan Muhammad’ berikut merupakan cara Rasulullah SAW Bertutur Kata:

Cara Nabi Menanggulangi Aliran Menyimpang

Aliran menyimpang pada zaman Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam–sebagaimana termaktub dalam catatan Sirah Nabawiah- sudah ada embrionya.

Setidaknya, ada dua kasus relevan yang bisa diuangkap dalam tulisan sederhana ini: Pertama, penyimpangan yang dilakukan Musailamah Al-Kadzdzab. Kedua, sikap nyeleneh Dzul Khuwaishirah pasca Perang Hunain yang di kemudian hari menjadi cikal bakal gerakan menyimpang: Khawarij.

Hidup Sederhana Ala Rasulullah

Rasulullah SAW adalah sosok manusia sempurna: pemimpin umat, penguasa jazirah Arab, bahkan Allah SWT telah menjamin surganya untuknya. Dengan status yang sedemikin tinggi dan terhormat, sesungguhnya apa yang diinginkan Rasulullah, tentu tak sulit untuk dikabulkan, baik oleh Allah SWT maupun umatnya.

Bahkan, dalam sebuah riwayat, Allah SWT pernah menawarkan emas sebanyak butiran pasir di gurun kota Makkah kepada Rasulullah. Nabi Muhammad SAW bisa saja merengkuh segala kesenangan dunia itu; harta, dan kekayaan materi. Namun, Rasulullah adalah sosok teladan yang mulia.

Laki-Laki Ini tak Jadi Membunuh Rasulullah, Penyebabnya?

Umair bin Wahb adalah seorang pahlawan Quraisy yang gagah berani dan ditakuti karena kecerdikannya. Dia berasal dari Kabilah Jamh dan sangat loyal pada kelompoknya bahkan sempat berencana untuk membunuh Rasulullah. Namun ketika hendak melaksanakan rencananya tersebut, Allah memberi hidayah kepadanya dan dia segera masuk Islam.

Sejarah tidak banyak menyebutkan tentang masa kecil Umair hanya menyentuh kehidupannya sebagai seorang remaja yang mempunyai kekuatan dan kedewasaan dalam berpikir. Pendapat-pendapatnya selalu dibenarkan orang-orang yang berpengaruh dalam kabilahnya. Tidak hanya itu sejarah menyebutkan tentang langkah dan kejutan yang dibuatnya serta kemahirannya dalam renang.