Kategori: Renungan

Hari Perdamaian PBB dan Mirisnya Nasib Muslim Rohingya

muslim-rohingya

Majelis Umum Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) sudah menetapkan Hari Perdamaian Internasional pada 21 September sejak 1981. Momentum bersejarah itu disahkan lewat resolusi bernomor 55/282.

Dua dekade setelahnya, PBB bahkan menetapkan periode antikekerasan dan gencatan senjata. Hari ini didedikasikan untuk perdamaian dunia, terutama untuk mengakhiri perang dan kekerasan.

Sambut Tahun Baru Islam 1440 H

tahun baru islam 1440 h

Berbagai lapisan masyarakat di seluruh pelosok Nusantara menyambut tahun baru Islam 1440 H secara serempak pada Senin (10/9/2018) malam. Sebagian ada yang menyelenggarakan doa, dzikir, dan shalat malam. Sebagian lainnya melakukan pawai obor sebagai simbol sambutan pada tahun baru hijrah dan harapan menjadi tahun yang lebih baik.

KH Ma’ruf Amin Non-aktif Sebagai Ketum MUI

kh-maruf-amin

Demi menjaga independensi Majelis Ulama Indonesia (MUI) dari dinamika politik praktis, akhirnya Ketua Umum MUI Prof Dr KH Ma’ruf Amin memilih non-aktif dari jabatan tersebut.

“Sejak ditetapkan sebagai Cawapres oleh KPU, beliau sudah berketetapan non-aktif dari Ketua Umum. Sikap itu ditegaskan lagi oleh Kiai, tadi,” ungkap Waketum MUI Zainut Tauhid Sa’adi kepada hidayatullah.com Jakarta, saat dikonfirmasi, Selasa (28/08/2018) malam lewat keterangannya.

Siap Berkurban

siap -berkurban

Setiap tanggal 10 Dzulhijjah umat Islam memperingati hari raya Idul Adha. Sesuai dengan penetapan Pemerintah terhadap kalender Hijriyah yang pada tanggal 1 Dzulhijah 1439 H jatuh pada Senin, 13 Agustus 2018. Maka 10 Dzulhijjah atau Hari Raya Idul Adha jatuh pada Rabu, 22 Agustus 2018.

Atas dassar itulah sebagian besar umat Islam di Indonesia merayakan Idul Adha pada hari Rabu (22/8/2018) dengan mengadakan shalat ‘ied yang dilanjutkan dengan pemotongan hewan-hewan kurban. Di sejumlah tempat para warga menyerahkan hewan kurban berupa sapi, kerbau, kambing, atau domba, itu kepada Panitia untuk disembelih dan disalurkan kepada masyakarat.

Ijtima Ulama Keluarkan Rekomendasi Capres Pilihan

ijtima-ulama-2018

Acara Ijtima Ulama yang digelar Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama membahas rekomendasi untuk membenahi permasalahan bangsa dan negara.

Salah satunya terkait sikap di Pilpres 2019. Acara mengundang pentolan lima partai yang dianggap memiliki kedekatan dengan ulama dan umat Islam. Kelima partai tersebut yakni Gerindra, PKS, PAN, PBB dan Berkarya. Partai-partai ini juga dianggap menghendaki adanya pemimpin baru.

“Kita tahu diri lah bahwa ketua partai yang menentukan calon pemimpin ke depan. Kita hanya memberi rekomendasi dan persyaratan saja terkait kriteria calon pemimpin,” kata Ketua Panitia Pelaksana Ijtima Ulama Mohammad Nur Sukma di Hotel Peninsula, Jakarta, Jumat (25/7).

Ijtima ulama digelar dari 27-29 Juli 2018. Menurut Mohammad Nur Sukma, rekomendasi para ulama dinantikan oleh seluruh tokoh nasional dan rakyat Indonesia untuk harapan terbentuknya pemerintahan yang lebih baik.

Maka dari itu ijtima mendorong persatuan ulama yang lebih besar beserta rekomendasinya yang menentukan arah pembangunan bangsa ke depan.

“Bahwa betul ini salah satu langkah kita untuk mensyukuri nikmat Allah berupa persatuan ulama,” pungkas Muhammad Nur Sukma. (sumber: rmol/antara)