Kategori: Renungan

Berlomba-Lomba Menghapus Tato

hapus-tato-2

Ahad (20/1) menjadi hari bersejarah bagi puluhan warga Bekasi pemilik tato. Pasalnya, mereka secara sadar dan ikhlas rela menahan sakit demi menghapus tato permanen yang menempel di kulit.

Beruntung, program hapus tato yang digelar oleh lembaga Islamic Medical Service (ISM) menggratiskan biaya penghapusan. Sebab, bagi ISM, mempermudah usaha setiap orang yang ingin berhijrah adalah bagian dari membantu sesama Muslim.

Umat Demo Kedubes China atas Nasib Minoritas Muslim Uighur

free-uighur

Unjuk rasa yang diadakan bersama oleh beberapa organisasi massa, antara lain Persaudaraan Alumni 212, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Bang Japar, dan Front Pembela Islam (FPI) ini juga dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Bachtiar Nasir, Ketua FPI Sobri Lubis dan aktivis Neno Warisman. Banyak dari pengunjuk rasa membawa bendera bertulissan kalimat tauhid dan poster berisi dukungan kepada warga Muslim-Uighur yang bertuliskan “We Stand With Uyghurs”.

Widyo Basuki, demonstran asal Bojong Gede, Depok, mengaku datang sendirian setelah mengetahui isu penindasan dan diskriminasi terhadap warga Muslim-Uighur dari media sosial sebulan terakhir ini. Widyo ikut menuntut pemerintah China untuk menghentikan kejahatan kemanusiaan terhadap etnis Muslim-Uighur dan menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk mengusir duta besar China jika tidak memenuhi desakan umat Islam Indonesia.

Masjid Kayu Berusia 650 Tahun di Turki Kembali Beroperasi

Setelah ditinggalkan selama puluhan tahun, sebuah masjid kayu berusia berabad-abad di wilayah Laut Hitam Turki kini dibuka kembali untuk tempat beribadah.

Masjid Desa Ordu dibangun 650 tahun yang lalu selama era Seljuk Turks. Bangunan masjid kemudian dibiarkan menganggur ketika penduduk desa membangun sebuah masjid beton di Carsamba, Provinsi Samsun Utara, 30 tahun yang lalu.

Reuni 212: Lautan Umat Islam Membanjiri Kawasan Monas

reuni-212-2018

Jutaan umat Islam, ada yang menyebut lebih dari 7 juta orang, memadati areal Monumen Nasional dan sekitarnya pada hari Ahad (2/12/2018). Mereka datang dari berbagai daerah yang membanjiri lokasi bersejarah itu dengan satu atribut: La ilaha illallah, Muhammad Rasulullah!

Sebagian dari mereka yang datang dari berbagai kota bahkan telah menginap di Masjid Istiqlal yang menjadi salah satu titik berkumpulnya massa Islam tersebut. Usai shalat shubuh berjamaah mereka langsung menuju kawasan Monas untuk bersatu padu dengan kekuatan umat Islam lainnya.

Orang Madura Pimpin Pemuda Muhammadiyah

ketum-pemuda-muhammadiyah

Pemuda Muhammadiyah memiliki Ketua Umum yang baru pengganti Dahnil Anzar Simanjutak, yaitu Sunanto. Pria yang akrab disapa Cak Nanto ini akan memimpin Pemuda Muhammadiyah periode 2018-2022.

Siapa Sunanto? Dia lahir di desa pinggiran selatan ujung timur Pulau Madura tepatnya di Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur pada 24 Sepetember 1980.

Cak Nanto merupakan kader Pemuda Muhammadiyah yang sudah mengikuti berbagai proses kaderisasi. Cak Nanto termasuk kader yang sudah siap dari segi manapun.

Lulus SD dari Desa Lobuk, Cak Nanto mantap melanjutkan pendidikan di MTS Sumber Mas Ganding sekaligus Kabupaten Sumenep dan tinggal di Pondok Pesantren Sumber Mas. Berangkat dari keluarga tidak mampu, Cak Nanto pun mendapatkan beasiswa dari Panti Asuhan Muhammadiyah (PAM) untuk melanjutkan SMA di SMA Muhammadiyah 1 Sumenep.

Putra dari pasangan Muatram dan Zakiyah ini banyak belajar agama Islam dari pondok pesantren dan sekolah Islam. Cak nanto menyelesaikan kuliah di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Dalam sebuah video pendek via Facebook Kawan Cak Nanto, Ia mengatakan ketertarikan awalnya pada Muhammadiyah karena adanya kesempatan dan aktualisasi diri lewat organisasi. Menurutnya, Muhammadiyah juga tidak pilih-pilih dalam menentukan pimpinan di organisasi.

Cak Nanto mengawali proses perkaderan di Muhammadiyah melalui Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Saat itu Cak Nanto menjadi Sekretaris Pimpinan Daerah IPM Kabupaten Sumenep tahun 1997 hingga 2000.

Tidak berhenti di sana, Cak Nanto pun mengikuti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) saat masih menjadi santri di Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS pata tahun 2000 hingga 2001. Kemudian di tahun berikutnya didaulat menjadi Ketua Komisariat IMM Pondok Shabran tahun 2001 hingga 2002.

Perkaderan yang diikuti Cak Nanto kemudian kembali meningkat ke Pimpinan Cabang IMM Sukoharjo pada tahun 2002 hingga 2004. Masih di IMM, Cak Nanto kemudian didaulat menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Jawa Tengah tahun 2006 hingga 2008.

Saat memasuki perkaderan di tingkat pusat, Cak Nanto diamanahi menjadi Ketua Bidang Hikmah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM tahun 2008 hingga 2010. Pernah Ber-IPM, lalu Ber-IMM Cak Nanto melanjutkan perjalanan kadernya dengan menjadi Ketua Bidang Hikmah PP Pemuda Muhammadiyah tahun 2014 hingga 2018. Puncaknya, Ia menerima amanah sebagai Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah tahun 2018-2022.

Dengan banyak pengalamannya sebagai kader Muhammadiyah, Cak Nanto tetap aktif mengikuti kegiatan organisasi di luar Muhammadiyah. Diantaranya, menjadi Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Jawa Tengah tahun 2007 hingga 2009 dan Sekretaris Komiter Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) 2011 hingga 2014.

Sementara dalam ranah politik, Cak Nanto juga tergabung dalam Jaringan Pendidikan Pemilih Rakyat (JPPR) sejak masih di kampung halaman dimulai dari tahun 1999 hingga sekarang sebagai koordinator JPPR.

Kiprah Cak Nanto dalam perkaderan Muhammadiyah dan keaktifannya dalam kegiatan pemuda Indonesia tentu sudah banyak. Selain itu, Cak Nanto juga masih aktif menulis karya tulis untuk menuangkan pemikirannya.

Dari segi kepribadian Cak Nanto dinilai sebagai pribadi yang humoris. Sebagai Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah 2018-2022 tentu banyak anggota Pemuda Muhammadiyah berharap agar dalam kepemimpinannya Pemuda Muhammadiyah semakin banyak menebar kebaikan, membawa misi dakwah gembira, dan memajukan Indonesia. (sumber: muhammadiyah.or.id)