Kategori: Sahabat

Belajarlah dari Abdurahman bin Auf

Nabi Muhammad SAW mempunyai banyak sahabat nabi yang patut diteladani. Atas keteladanan mereka, kisah-kisahnya pun tak habis ditelan waktu mes kipun telah berlangsung beratusratus tahun lamanya.

Abdurrah man bin Auf adalah salah satu sahabat nabi yang luar biasa. Ia lahir sepuluh tahun setelah tahun gajah dan meninggal pada usia 72 tahun. Ia juga salah satu orang dari delapan orang pertama yang menerima ajaran Islam, tepatnya dua hari setelah sahabat Abu Bakar.

Tak Hanya Sahabat Pria, Istri Nabi SAW Ini Pun Jago Tafsir

Ya, dia adalah Aisyah binti Abu Bakar as-Shiddiq. Istri Rasulullah SAW yang berjuluk humaira (pipi kemerah-merahan) ini, dinobatkan menjadi sosok perempuan yang pakar di bidang agama.

Namanya termasuk dalam deretan para periwayat hadis terbanyak bersanding dengan periwayat-periwayat hadis dari kalangan pria. Aisyah cuma satu-satunya dari kaum Hawa. Tak kurang dari 2.210 hadis berhasil dia riwayatkan.

Amr Bin Ash, Saudagar Makkah yang Mahir Berdiplomasi

Cukup banyak sahabat Nabi Muhammad SAW yang pada awalnya sangat memben ci dakwah Islam. Namun, berkat pertolongan Allah SWT, hidayah menyinari hati mereka sehingga mereka termasuk ke dalam golongan yang men dukung pe nyebaran risalah Rasulullah kepada umat manusia. Buku Kisah Singkat Sahabat Nabi Muhammad SAW men ceritakan ihwal Amr bin ‘Ash sebagai salah seorang yang mengalami hidayah demikian.

Di masa sebelum hijrah, Rasulullah mengalami tantangan yang hebat dari tiga orang tokoh musyrik Quraisy di Makkah. Mereka tidak hanya menarget Rasulullah, tetapi juga menyiksa sejumlah Muslim di depan umum untuk menyebarkan teror. Apalagi, pada masa awal dakwah sembunyi-sembunyi kebanyakan umat Islam merupakan orang-orang miskin atau yang tidak berkuasa.

Khalifah Utsman, Sang Pemilik Dua Cahaya Nabi SAW

Khalifah Utsman bin Affan r.a termasuk orang yang paling kaya, meski bukan seorang tokoh berpengaruh di kalangan Quraisy. Ia memiliki akhlak yang baik, sehingga para ibu-ibu mendoakan putra mereka dengannya.

Mereka berkata, “Semoga Zat Yang Maha Pengasih menyayangimu seperti cintanya kaum Quraisy terhadap Utsman.” Hal itu lantaran kebaikan akhlaknya dan kemudian sifat-sifatnya sehingga ia menjadi orang yang paling dicintai oleh orang-orang Quraisy.

Sahabat Rasul yang tak Suka Menonjolkan Diri

Ibnu Hanzhaliyyah RA, seorang sahabat Nabi SAW yang tinggal dan menghabiskan usianya di Damaskus setelah wafatnya Rasulullah SAW. Ia seorang sahabat yang suka menyendiri, jarang sekali ia duduk-duduk bersama manusia.

Pengecualiannya hanya ketika salat berjemaah di masjid. Setelah selesai salat dan berzikir, ia memilih untuk pulang dan tinggal di rumahnya sampai waktu salat berikutnya.