Kategori: Sahabat

Bahkan Malaikat pun Memuji Sahabat yang Satu Ini

Ada hal yang menarik ketika perang Uhud terjadi. Dalam peristiwa itu, Jibril memuji keberanian Ali ra. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Seungguhnya Ali adalah bagianku dan aku bagian dari Ali”. Ucapan Beliau itu menunjukkan sempurnanya kesatuan, dan Jibril berkata, “Aku dari kalian berdua.” (Qurratul Uyun).

Dikisahkan dari Buku yang berjudul “Himpunan Fadhilah Amal” karya Maulana Muhammad Zakariyya al-Kandahlawi Rah.a., bahwa Jibril memuji Ali ra karena selama pertempuran ia begitu melindungi Rasulullah dari serangan orang-orang kafir.

Ibnu Abbas: Jangan Ada Rasa Malu dan Sombong dalam Menuntut Ilmu

Abdullah bin Abbas ra dijuluki Hibrul-Umamah dan Bahrul-Ulum pada masanya. Sebab, ia terkenal akan semangatnya dalam mencari ilmu. Tidak ada rasa malu dan sombong dalam diri Ibnu Abbas ra ketika menuntut ilmu sehingga ia memiliki kedudukan yang istimewa di mata para sahabat.

Abdullah Umar ra berkata, “ Orang yang paling istimewa mengetahui Asbabun-Nuzul adalah abdullah bin Abbas.” Selain itu Umar ra telah menempatkan Abdullah bin Abbas di deretan alim ulama terkemuka.

Ahli Tafsir Terbaik adalah Ibnu Abbas

Bacaan Alquran para sahabat berbeda dengan bacaan Alquran kebanyakan orang dizaman sekarang. Mereka memahami Alquran yang mereka baca. Salah satunya Abdullah bin Abbas ra, ia menjadi ulama besar dalam tafsir, karena ingatan yang sangat terjaga pada masa kanak-kanak.

Dikisahkan dari buku “Himpunan Fadhilah Amal” karya Maulana Muhammad Zakariyya al-Kandahlawi Rah.a bahwa Abdullah bin Abbas ra bercerita, “Tanyakanlah kepadaku mengenai tafsir Alquran. Aku telah menghafalnya sejak kanak-kanak.” Di lain riwayat ia berkata, “Pada usia sepuluh tahun, aku sudah sampai juz terakhir dalam menghafal Alquran.” (HR. Bukhari – Fathul Bari).

Thalhah, Sang Perisai Rasulullah

Thalhah merupakan sahabat Rasulullah yang berasal dari suku Quraisy. Dia termasuk orang yang dijanjikan masuk surga karena perjuangannya memeluk dan menegakkan syariat Allah.

Nama lengkapnya adalah Thalhah bin Ubaidillah bin Usman bin Kaab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin an-Nadhr bin Kinanah, al-Qurasyi at-Taimi al-Makki dan al-Madani. Silsilahnya bertemu dengan nasab Rasulullah pada Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay, dan dengan nasab Abu Bakar Shiddiq pada Taim bin Murrah. Mereka berdua berasal dari Kabilah Taim.

Abu Hurairah, Teman Setia Rasulullah

Dia merupakan sosok yang mencerminkan perubahan besar dalam tradisi Islam. Abu Hurairah merupakan intelektual terkemuka. Dia memiliki karunia yang tidak biasa berupa ingatannya yang kuat. Namun, dengan keberkahan tersebut, dia harus menghadapi ujian fitnah dari kelompok yang senang dengan tipu muslihat.

Karunia berupa pendengaran dan ingatan yang sangat baik dimanfaatkannya untuk mendengarkan, mengerti, dan menghafal banyak hadis. Itulah sebabnya dia mampu menghafal dan menceritakan hadis lebih dari sahabat Rasulullah lainnya.