Tokoh Katolik Texas Sebut Nama 300 Pendeta Pedofil
Tokoh-tokoh Katolik Roma di negara bagian Texas, Amerika Serikat, hari Kamis (31/1/2019) mengidentifikasi sekitar 300 nama pendeta dan lainnya tersangka kejahatan seksual terhadap anak-anak.
Pengungkapan nama tersangka pedofilia itu merupakan yang terbanyak yang pernah dilakukan oleh gereja Katolik di Texas, sementara lembaga keagamaan tersebut sedang diselidiki oleh otoritas negara bagian dan federal terkait cara gereja menangani kasus kejahatan seksual oleh para pendeta dan orang-orang di lingkungan gereja selama berpuluh tahun.
Nama-nama pendeta cabul itu dipublikasikan online oleh 15 keuskupan Katolik di Texas, menyusul laporan investigasi oleh grand jury bulan Agustus lalu di Pennsylvania yang membeberkan perincian kasus pencabulan terhadap anak oleh lebih dari 300 pendeta.
Di bulan-bulan setelah Pennsylvania mempublikasikan nama ratusan pendeta cabulnya, puluhan keuskupan lain di berbagai negara bagian AS menyusul merilis ratusan nama pendeta dan lainnya yang dituduh mencabuli anak-anak. Sejumlah negara bagian bahkan berinisiatif menyelidiki sendiri kasus-kasus pedofilia di lingkungan gereja.
Keuskupan Katolik di wilayah Texas menjadi sorotan publik sejak November 2018, ketika aparat hukum menggeledah kantor-kantor keuskupan di Galveston-Houston untuk mencari dokumen berkaitan dengan seorang pendeta yang pada bulan September lalu didakwa melakukan sejumlah kejahatan seksual.
Sekitar 30 persen dari polulasi Texas yang berjumlah 8,5 juta jiwa mengaku beragama Katolik. Jumlah itu menjadikan Texas sebagai salah satu negara bagian AS yang tingkat penganut Katoliknya tinggi, menurut USCCB.
Sebagian dari pendeta pedofil yang namanya diungkap oleh 15 keuskupan di Texas, melakukan pencabulannya paling lawas tahun 1940-an. Selebihnya melakukan pencabulan di tahun 2000-an ke atas.
Tidak jelas apakah orang-orang yang diidentifikasi namanya sebagai pedofil tersebut akan diproses di pengadilan. Satu hal yang pasti, sebagian dari pedofil itu diketahui sekarang sudah wafat atau berusia sangat lanjut. (sumber: hidayatullah)
Naskah Terkait Sebelumnya :
- Bersalah Tutupi Kasus Pendeta Pedofil, Uskup Agung Adelaide Mundur
- Para Uskup Katolik di Chile Minta Maaf kepada Korban Pencabulan Pendeta
- Paus Fransiskus Minta Korban Maafkan Kebejatan Pendeta Pedofil
- Paus Fransiskus Terima Pengunduran Diri 3 dari 34 Uskup Chile Terkait Kasus Pendeta Pedofil
- Sejumlah Pendeta Pedofil Ditangkap, Uskup Granada Menyembah Minta Ampun di Katedral
Indeks Kabar
- PKI Muncul lagi Lewat Buku, Pengamat Ajak Awasi Menu Bacaan Generasi Muda
- OKI Gelar Rapat Darurat Terkait Krisis Masjidil Al-Aqsha
- Alhamdulillah, Akhirnya Polwan Boleh Berjilbab
- Prof. Didin Hafidhuddin: Ramadhan Harus Jadi Bulan Tarbiyah
- Sebanyak 112 Warga Mentawai Bersyahadat Massal
- Masjid Al Hikmah Islamkan Puluhan Warga Belanda per Tahun
- Klaim Sebagai Kuil Hindu, Nasionalis India Ingin Rubah Citra Taj Mahal
- Menag: Larangan Beribadah Melanggar Konstitusi
- Aksi Pauline Hanson Dinilai Rusak Hubungan dengan Muslim Australia
- Wanita Pembocor Rahasia Gereja Vatikan Bantah Tuduhan Menggoda Pendeta
-
Indeks Terbaru
- OKI Adakan Pertemuan Darurat Membahas Sudan, Militer Setuju Gencatan Senjata Seminggu
- Yusuf Masuk Islam Setelah Temukan Alquran di Stadion Old Trafford
- Pelaku Penembakan Kantor MUI Tewas, Sebelumnya Incar Ketua Umum dan Mengaku Nabi
- Viral Video Protes Suara Bising di Masjid, Kakek Australia Ini Malah Masuk Islam
- Pelaku Penembakan Kantor MUI Tewas, Sebelumnya Incar Ketua Umum dan Mengaku Nabi
- Mualaf Fano, Dulu Benci dan Caci Maki Adzan Tapi Kini Malah Merindukan Kemerduannya
- Kantor MUI Ditembak, Sejumlah Staf Jadi Korban
- Terpikat Makna 2 Surat Alquran, Mualaf Nathalia: Saya Temukan Konsistensi dalam Islam
- Sebut Homo itu Haram, Seorang Bocah Muslim Dijemput Paksa Polisi
- Adzan Pikat Tiktoker Filipina Hingga Akhirnya Ucap Dua Kalimat Syahadat
Leave a Reply