Kategori: Rasulullah

Mengapa Kafir Quraisy tak Bisa Bunuh Nabi Muhammad?

Pada fase dakwah di Makkah, umat Islam mendapatkan sejumlah penyiksaan oleh kaum kafir Quraisy. Meski Nabi juga kerap diancam dan dikucilkan pula di fase ini, namun sejatinya ada alasan bagi kaum kafir Quraisy tak membunuh Nabi.

Dalam buku Sejarah Islam yang Hilang karya Firas Al-Khateeb dijelaskan, masyarakat Arab masih memegang struktur dan aturan budaya. Sehingga secara aturan, Nabi Muhammad masih berada di bawah perlindungan pamannya, Abu Thalib, yang merupakan pemimpin Bani Hasyim salah satu klan Quraisy.
Abu Thalib sendiri menolak menerima Islam, namun ia menunjukkan perlindungannya terang-terangan kepada keselamatan keponakannya itu.

Cara Nabi Muhammad Mengatur Fiskal Atasi Resesi

Kebijakan fiskal telah lama dikenal dalam teori ekonomi Islam, yaitu sejak zaman Rasulullah SAW dan Khulafaur Rasyidin, yang di kemudian hari dikembangkan oleh para ulama.

Ibnu Khaldun (1404) mengajukan solusi atas resesi dengan cara mengecilkan pajak dan meningkatkan pengeluaran pemerintah. Pemerintah adalah pasar terbesar, ibu dari semua pasar, dalam hal besarnya pendapatan dan penerimaannya. Jika pasar pemerintah mengalami penurunan, wajar bila pasar yang lain pun akan ikut menurun, bahkan dalam agregat yang lebih besar.

3 Contoh Sifat Rasulullah SAW yang Membuat Hati Lembut

لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِٱلْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

“Sesungguhnya telah datang kepada kalian seorang Rasul dari kalanganmu sendiri. Berat terasa olehnya penderitaan kalian dan dia sangat menginginkan (keselamatan dan keamanan) bagi kalian serta amat belas kasih lagi penyayang tehadap kaum Mukmin.” (QS At-Taubah:128).

Di tengah perilaku kekerasan yang melanda masyarakat, juga masih berlakunya upaya memaksakan kehendak, lunturnya kepedulian sosial, kekerasan dalam rumah tangga, dan dendam yang diperturutkan maka sikap lemah lembut mestinya menjadi pilihan.

Dari Sejarah, Kita Yakin Rasulullah Benar!

SEJARAH mencatat, Rasulullah ﷺ lahir dari kaum yang tak banyak mengetahui sejarah umat terdahulu, termasuk para Nabi dan Rasul sebelumnya. Di sisi lain, Rasulullah ﷺ adalah lelaki yang ummi, artinya tidak pandai membaca dan menulis.

Namun, Rasulullah ﷺ bisa menceritakan sejarah dengan amat detil, bahkan sesuatu yang belum pernah didengar oleh kaumnya. Lantas, dari mana Rasulullah ﷺ tahu banyak tentang kisah umat terdahulu? Dari mana lagi kalau bukan dari wahyu Ilahi, yang sebagian ditulis dalam al-Qur’an, sedang sebagian lagi dalam Hadits.

Reaksi Nabi Muhammad Ketika Ada Orang Buang Air di Masjid

Rasulullah SAW yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam adalah orang yang sangat santun. Beliau lebih suka memberi maaf meski sanggup membalas.

Pada suatu ketika, beliau sedang mengajar para sahabat mengenai taharah (hukum bersuci). Lalu, ada seorang Arab dari kalangan Badui buang air kecil di sudut masjid. Para sahabat yang melihat itu segera bangkit dan hendak mencegah orang itu.