Kategori: Kabar

Polarisasi Agama di AS Meningkat

Riset sosiologi terbaru menunjukkan, polarisasi agama di AS meningkat seiring perubahan politik yang terjadi di sana.

Dari riset dengan menelaah data survei 30 tahun terakhir di AS yang dilakukan dua sosiolog dari Indiana University Bloomington Landon Schanbel dan Harvard University Sean Bock menemukan, bentuk agama intensif seperti Kristen Evangelikan tetap populer di AS. Sementara bentuk agama yang moderat seperti Protestan makin berkurang peminatnya.

Netanyahu: Pernyataan OKI Terkait Yerusalem tak Berpengaruh bagi Kami

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menolak deklarasi yang dikeluarkan para pemimpin Muslim yang menyatakan Baitul Maqdis sebagai Ibu Kota Palestina, lapor Aljazeera, Kamis (14/12/2017).

Sebagai reaksi atas deklarasi Organisasi Kerjasama Islam (OKI) pada hari Rabu, Netanyahu mengatakan bahwa “semua pernyataan ini tidak ada pengaruhnya bagi kami”.

MUI akan Pimpin Aksi Terbesar untuk Palestina 17 Desember

Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menggelar aksi paling besar untuk Palestina di Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) 2017 pada Ahad (17/12) depan. Aksi Indonesia bersatu Bela Palestina Ini akan digelar untuk merespons Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang mengakui sepihak Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Kabar aksi ini dihembuskan oleh Ketua Umum GNPF Ulama, Ustaz Bachtiar Nasir dalam kegiatan orasi kemanusiaan Indonesia bersatu Bela Pastina di Masjid Raya Pondok Indah, Jalan Iskandar Muda, Jakarta Selatan, Selasa (12/12). “Alhamdulillah MUI akan pimpin aksi paling besar untuk Palestina. Sekarang sedang rapat,” ujarnya saat dalam acara tersebut.

Penerbit Buku SD yang Sebut Yerusalem Ibu Kota Israel Minta Maaf

Penerbit buku, PT Yudhistira Ghalia Indonesia, meminta maaf terkait buku IPS kelas VI KTSP yang menyebut Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Menurut Yudhistira, data tersebut mereka ambil dari internet.

“Untuk itu kami mohon maaf apabila sumber yang kami ambil dianggap keliru. Kami akan melakukan perbaikan atau revisi pada cetakan berikutnya,” tulis keterangan Yudhistira dalam situs resminya, Selasa, 12 Desember 2017.

MUI: Memaksakan Muslim Ikut Perayaan Agama Lain Bukan Toleransi

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr Anwar Abbas menyatakan, tidak ada toleransi dalam masalah keyakinan. Toleransi tidak dalam hal akidah dan ibadah, tapi dalam hal muamalah.

Hal itu dikatakannya menanggapi jamaknya penggunaan atribut terkait Natal oleh umat beragama lain dan pengucapan selamat Natal sepanjang bulan Desember.