Kategori: Kabar

Bersalah Tutupi Kasus Pendeta Pedofil, Uskup Agung Adelaide Mundur

Seorang uskup agung Katolik di Australia yang divonis bersalah menutup-nutupi kasus pelanggaran seksual oleh pendeta menyatakan akan mundur dari jabatannya.

Philip Wilson, uskup agung Adelaide di South Australia, dinyatakan bersalah menutupi kasus-kasus pendeta pedofil oleh pengadilan hari Selasa (22/5/2018). Dia merupakan pejabat senior Katolik paling senior sedunia yang pernah divonis bersalah dalam dakwaan semacam itu., lapor BBC Rabu (23/5/2018).

Baznas Pesantrenkan Anak Pemulung

Sebagai bagian dari program Ramadhan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberdayakan pendidikan mustahik anak-anak pemulung. BAZNAS juga memperkuat produk usahawan mustahik dengan mengadakan Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP), serta menyebarkan program Teras Sehat untuk pelayanan medis gratis.

“Kami mengajak ratusan anak-anak pemulung di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Sumurbatu, Bantargebang, Bekasi, dalam paket Pesantren Ramadhan,” ujar Kepala Bagian Dakwah dan Advokasi BAZNAS, Farid Septian, di Jakarta, Rabu (23/5).

Erdogan: Demi Yerusalem, Turki Tak akan Menyerah pada Israel

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menyatakan bahwa Turki bertekad untuk tidak akan menyerah pada Yerusalem, Senin (21/5/2018).

“Kami bertekad untuk tidak menyerah pada hak-hak kami di Yerusalem. Kami tidak akan pernah meninggalkan kiblat pertama kami kepada negara penjajah yang haus darah, air mata dan penjajahan selama beberapa dekade,” kata Erdogan saat berbuka puasa dan makan malam dengan para duta besar di ibu kota Ankara, Anadolu melaporkan.

Seluruh Uskup Chile Ajukan Pengunduran Diri Menyusul Skandal Seks Gereja

Uskup-uskup di Chile mengajukan pengunduran diri massal menyusul tuduhan penyembunyian kasus-kasus skandal seks yang telah mencemarkan Gereja Katolik di negara itu.

Tiga puluh satu uskup aktif dan tiga uskup pensiunan menandatangani surat pengunduran diri itu hari Jumat (18/5/2018), lapor The Guardian. “Kami telah menyerahkan jabatan kami ke tangan Bapa Suci dan membiarkannya memberikan putusan secara bebas atas masing-masing dari kami,” kata mereka. “Kami ingin meminta maaf atas derita yang dialami para korban, kepada paus, kepada hamba-hamba Tuhan dan kepada negara kami atas seriusnya kesalahan dan kelalaian yang telah kami lakukan.”

Tahanan Muslim di China Dipaksa Makan Daging Babi

Otoritas China memaksa tahanan Muslim di Xinjiang, Beijing memakan daging babi dan minum alkohol sebagai salah satu hukuman di kamp penahanan, bernama Kamp Pendidikan Ulang. Dengan mengatasnamakan pendidikan budaya, mereka memaksa tahanan Muslim untuk minum alkohol dan makan daging babi, tulis The Independent.

Mengungkap itu, seorang mantan tahanan, Omir Bekali (42), mengatakan hukuman itu bertujuan untuk menghapus keyakinan dalam Islam, mengubah pemikiran politik tahanan dan ‘membentuk’ identitas mereka.