Kategori: Akhlak

Menyikapi Pujian

Alhamdulillah, puji dan syukur hanya untuk Allah, Dzat yang menjadi tempat kembali segala pujian. Shalawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Rasulullah Saw. Pujian adalah hal yang lumrah dalam kehidupan kita sehari-hari. Kerap kali kita mendapat pujian dari atasan kita, dari orangtua, dari anak, atau dari teman kita. Padahal ketahuilah saudaraku, sesungguhnya pujian itu datang tiada lain adalah karena mereka tidak tahu saja keburukan kita.

Ya, sesungguhnya kita dipuji oleh orang lain bukan karena kebaikan kita, melainkan karena Allah Swt. menutupi keburukan-keburukan kita dari pandangan manusia. Seandainya saja Allah membukakan keburukan kita dan seandainya saja keburukan kita mengeluarkan bau tak sedap, niscaya tak ada seorang pun yang mau duduk di dekat kita.

Rendah Hatilah terhadap Orang Beriman

Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan untuk mengambil pelajaran dari ayat-ayat suci Alquran. Dan kali ini kita akan menengok kepada satu istilah yang sering digunakan di dalamnya.

Istilah itu adalah “Khifdzul Janaah” yang bermakna merendahkan hati. Istilah ini asalnya digunakan untuk burung yang merendahkan sayapnya untuk melindungi dan mengasihi anaknya.

Berdoa dan Perbanyaklah Rasa Malu Pada Allah

WAHAI jiwa (an-nafs)! Berdoalah, dan merasa malu kepada-Nya, karena engkau terlalu lama tidak memiliki rasa malu kepada-Nya.

CELAKALAH engkau! Engkau malu kepada makhluk; kepada orang-orang Mukmin dan orang-orang kafir, kalau mereka melihat di dalam dirimu terdapat apa yang membuat mereka menceIamu, sementara engkau tidak malu kepada Yang melihat dan memantau banyaknya dosa-dosa dan buruknya kata hatimu (dhamiruka).

Membesuk yang Sakit

Betul, saat ini, penulis dalam keadaan istirahat dan rehat total di Penang. Memiliki asa besar untuk segera mendapati pemulihan prima dan sehat yang sempurna. Terima kasih untuk doanya yang terus menguntai bagi kesembuhan penulis. Doa serupa yang berlimpah kebaikan untuk semua ikhwah.

Sama-sama dalam keadaan diuji dan diberi nikmat sakit oleh Allah. Namun, bukan berarti berkurang dalam beramal saleh. Sakit tidak menjadi penghalang dalam berbuat sesuatu yang indah di hadapan Allah. Amal saleh itu adalah membesuk saudara yang juga dalam keadaan sakit.

Mengelola Lidah, Sulitkah?

Kegaduhan sering kali mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika hal itu dilakukan dalam forum musyawarah maka sah-sah saja, dan mengindikasikan hidupnya suasana musyawarah.

Namun, jika kegaduhan itu dilakukan di luar musyawarah, apalagi di ranah publik, hal itu tidak hanya dapat menimbulkan fitnah dan gibah, juga dapat merusak tatanan kahidupan berbangsa.