Kategori: Akhlak

Hiasi Diri dengan Rasa Malu

Sifat malu bagi perempuan adalah perhiasan, kehormatan, sekaligus jati diri yang utama. Karena, pada hakikatnya para kaum Hawa memiliki peran strategis dan krusial di tengah-tengah peradaban.

Luhur tidaknya sebuah komunitas masyarakat dan bangsa turut ditentukan oleh sejauh mana tingkat kesalehan para wanitanya. Dan, sejarah Islam membuktikan, kegemilangan peradaban Islam ditopang oleh akhlak dan kemuliaan para perempuan.

Agar Terhindar dari Virus Sombong

Imam al-Ghazali dalam mahakaryanya, Ihya Ulum ad-Din, menyatakan, ada beberapa cara mendeteksi dan mengetahui seseorang sedang terkena virus sombong. Pertama, kelebihan seseorang karena ilmunya, baik itu ilmu dunia maupun akhirat.

Bila ilmu sudah banyak dikuasai, tak jarang dia rentan menganggap orang lain bodoh. Kalau ada orang yang lebih hebat darinya, dia akan berusaha menolaknya. Orang seperti ini ingin selalu dihormati, terutama ketika tampil di keramaian. Dia selalu minta dilayani, pandai memerintah, dan banyak berbicara.

Hindari Berbohong Saat Berdagang

Dalam buku Ensiklopedi Adab Islam diuraikan, sikap mutlak yang penting ditekankan seorang pedagang ialah tidak berbohong dengan kondisi barang dagangannya. Termasuk keha rus an para penjual ialah memberikan informasi valid dan akurat perihal jual annya tersebut kepada pembeli. Rasulullah pernah bersabda kepada pedagang yang menyembunyikan makanan yang basah.

Konon, tindakan tersebut dilaku kan sebagian oknum pedagang sebagai modus penipuan, terutama memperberat timbangan. Riwayat yang di nukil Bukhari Muslim dari Abu Hu rairah menyebutkan Rasulullah ber sabda, “Mengapa engkau tidak meletakkan di bagian atas agar orang orang dapat melihatnya. Barang siapa yang melakukan penipuan, ia tidak termasuk golonganku.” Bila dengan sengaja melakukannya, ia berkewajiban memberikan ganti rugi atas tindakannya tersebut.

Belajar Ikhlas

Saudaraku, AUDARAKU, marilah kita senantiasa berhati-hati dalam menjaga kebersihan hati agar senantiasa lurus dan murni dalam berniat. Karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala hanya menerima amal sholeh seorang hamba yang dilakukan dengan niat ikhlas hanya mengharapkan ridho-Nya semata.

Boleh jadi kita menunaikan rencana niat baik kita, akan tetapi saat melakukannya hati kita berbelok menjadi berharap sesuatu yang lain selain penghargaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Menahan Diri dari Menggunjing, Mudahkah?

Menggunjing seolah telah menjadi sesuatu yang lumrah di sebagian masyarakat. Hampir dalam setiap kesempatan, bergunjing mengenai orang lain, amatlah disukai. Bahkan, terasa kurang seru sebuah obrolan bila tanpa dibumbui tema yang satu ini.

Belum lagi di layar kaca, juga marak acara berformat gosip atau ngerumpi, sebutan lain dari menggunjing. Tayangan semacam itu justru sangat populer. Akhirnya, aktivitas tersebut tumbuh seperti tren, di kota maupun di desa.