Kategori: Akhlak

Perasaan Iri Membuat Hidup Sempit dan Susah

Manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas. Ia tidak akan puas dengan keinginannya yang sudah terwujud, karena masih banyak keinginan lain yang ingin dimilikinya.

Keinginan yang ada dalam diri manusia sebenarnya adalah hal yang baik. Coba bayangkan jika seseorang kehilangan keinginannya untuk makan dan mencari nafkah misalnya. Tentu tak lama lagi ia akan mati.

Orang yang Memiliki Sifat Ini, Haram Masuk Surga

Nabi Adam ‘Alaihis salam dan istrinya dikeluarkan oleh Allah Ta’ala dari surga lantaran mengikuti hawa nafsu. Keduanya ikuti bisikan setan, padahal jauh-jauh hari sudah diingatkan oleh-Nya. Namun, keduanya mendapatkan ampunan dari Allah ‘Azza wa Jalla sebab akui dosa, sungguh-sungguh bertaubat dan senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya.

Sedangkan Iblis laknatullah diharamkan masuk ke dalam surga dan terjamin atasnya neraka jahannam, sebab sombong. Bermula dari keengganannya menghormati Nabi Adam ‘Alaihis salam dengan bersujud, merasa diri lebih baik, hingga dinobatkan sebagai sosok yang kelak mencari sebanyak-banyaknya pengikut untuk dijerumuskan ke dalam neraka.

Nasihat Ibnul Qayyim: Jauhkanlah Diri dari Ujub

IBNUL Qayyim Al-Jauziyah memberi nasihat tentang keharusan untuk menjauhkan diri dari ujub.

– Jika Allah mudahkan bagimu mengerjakan sholat malam, maka janganlah memandang rendah orang-orang yang tidur.

– Jika Allah mudahkan bagimu melaksanakan puasa, maka janganlah memandang orang-orang yang tidak berpuasa dengan tatapan menyepelekan.

– Jika Allah memudahkan bagimu pintu untuk berjihad, maka janganlah memandang orang-orang yang tidak berjihad dengan pandangan meremehkan.

Adab Bercanda dalam Islam

“Sesungguhnya aku juga bercanda, namun aku tak mengatakan kecuali yang benar.” (HR ath-Thabrani).

Hidup tanpa bercanda pasti terasa hampa. Bercanda atau bersenda gurau merupakan bagian dari kehidupan sosial manusia. Ajaran Islam pun memperbolehkan umatnya untuk bercanda. Sebab, Nabi Muhammad SAW pun suka bercanda dengan para sahabat. Lalu seperti apakah cara becanda Rasulullah SAW?

Kewajiban Membesuk Orang Sakit

Bagi mereka yang sehat, ajaran Islam juga memberikan tuntunannya. Dalam bukunya, Ensiklopedi Akhlak Muhammad SAW, Mahmud al-Mishri mengatakan, turut merasakan sakit orang yang sakit mendatangkan pahala yang besar. Adapun membesuknya memiliki kadar sunah yang begitu kuat dan berpengaruh baik bagi kalbu orang tersebut.

Berdasarkan hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, Rasul menegaskan, membesuk orang sakit merupakan kewajiban seorang Muslim terhadap sesama Muslim. Dia selalu menengok sahabatnya yang terbaring sakit. Tujuan membesuk adalah menghibur keluarga orang yang sedang sakit.