Kategori: Akhlak

Dosa Pertama Bernama Dengki

Alhamdulillah, segala puji hanyalah milik Allah Swt. Dialah Allah, Dzat yang menghidupkan yang mati dan mematikan yang hidup. Dialah Allah, Dzat yang mencukupi seluruh makhluk di alam semesta ini secara tepat. Hanya kepada Allah kita berserah diri dan hanya kepada-Nya kita memohon perlindungan. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada kekasih Allah, baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, tentu kita sudah seringkali mendengar kisah kedurhakaan iblis kepada Allah Swt. Iblis membangkan terhadap perintah Allah yang memerintahkannya untuk sujud kepada nabi Adam a.s sebagai wujud penghormatan kepadanya dan ketaatan kepada Allah Swt. Akan tetapi iblis menolaknya karena kedengkian kepada nabi Adam. Iblis merasa dirinya lebih baik dibandingkan nabi Adam, karena ia tercipta dari api sedangkan nabi Adam tercipta dari saripati tanah.

Doa Rasulullah Agar Terhindar dari Sikap Malas

Imam Ibnu Hajar dalam kitab /Fathul Barri/ jilid XI menggarisbawahi, apabila penyakit hati itu telah menjangkiti manusia, maka ia akan mulai mendekati larangan Allah. Dia pun menjadi enggan untuk bertobat.

Untuk itu, Nabi SAW memberikan tuntunan doa bagi umatnya agar terhindar dari dua jenis sifat tercela tadi. Rasulullah SAW berdoa, ”Ya Allah, hamba meminta perlindungan kepada-Mu dari kecemasan dan kesedihan.”

Bahaya Menyebarkan Berita Hoaks

Kehadiran berita dusta hoaks yang tidak diketahui sumber dan kebenarannya semakin meresahkan. Tak jarang pula berita hoaks tersebut menyasar umat Muslim sebagai objek pemberitaan.

Sejatinya bahaya berita hoaks telah disinggung melalui firman Allah SWT dalam surah Al Hujarat ayat enam. Artinya, “Hai orang orang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Al-Hujarat: 6).

Mengumpat, Apa Jadinya?

Tak jarang seseorang kelepasan mengeluarkan kata-kata kasar atau umpatan dalam pembicaraannya. Itu bisa disebabkan khilaf atau bahkan karena kebiasaan. Bagaimana pandangan islam terhadapnya?

Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga lisan dan berkata yang baik. Ini berlaku dalam kondisi apapaun, termasuk ketika marah atau kesal sekalipun. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik dan jika tidak maka diamlah.” (HR. Bukhari no. 6018 dan Muslim no. 47)

Kaum Madyan Azab Bagi Pedagang yang Curang

Kehancuran dan musnahnya umat-umat terdahulu harusnya menjadi pelajaran bagi umat manusia. Sebab, kehancuran umat-umat itu diakibatkan oleh perbuatan mereka sendiri yang tak mau bersyukur atau mengimani akan kekuasaan Allah SWT.

Dalam Alquran, kehancuran umat-umat terdahulu itu dijelaskan dengan sangat perinci, mengenai perilaku dan sifat-sifatnya. Misalnya, umat Nabi Luth (kaum Sodom) yang melakukan perkawinan dengan pasangan sesama jenis (homoseksual), kaum Tsamud (umat Nabi Saleh) yang tidak mempercayai Nabi Saleh AS sebagai seorang utusan Allah dan membunuh unta betina hingga mereka ditimpakan azab, berupa suara petir yang menggelegar dan menghancurkan rumah-rumah mereka.