Kategori: Akhlak

Mengenal Sikap Wara

Sikap wara dalam kehidupan sehari-hari sudah langka disebut kaum Muslimin. Bahkan, kadang mereka cenderung menggampangkan sikap mulia ini, sehingga tak sedikit yang terjerumus dalam perbuatan yang tidak disukai oleh Allah.

Dalam mencari rezeki, misalnya, tanpa sikap ini kita sering kali terjerembab dalam riba, dusta, menipu, syahwat dunia, dan perbuatan tercela lainnya. Parahnya, perbuatan tersebut dilakukan tanpa merasa berdosa dengan dalih hanya untuk memenuhi kebutuhan keduniawian.

Melihat Kekurangan Diri Sendiri

Islam sebagai jalan hidup tidak pernah memberi ruang seorang pun untuk menepuk dada, membanggakan diri atas Muslim lainnya.

Hal ini tidak lepas dari fakta kehidupan, dimana memang no body perfect (tak ada manusia sempurna). Oleh karena itu, Islam mendorong umatnya untuk terus-menerus memperbaiki diri, sebaliknya sangat melarang mencela, mengupas aib sesama, dan bersikap sombong.

Ibn Hazm sebagaimana dikutip oleh Buya Hamka dalam bukunya Lembaga Budi menekankan bahwa seorang Muslim harus pandai melihat kekurangan diri agar terhindar dari sikap suka membanggakan diri sendiri.

Perasaan Iri Membuat Hidup Sempit dan Susah

Manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas. Ia tidak akan puas dengan keinginannya yang sudah terwujud, karena masih banyak keinginan lain yang ingin dimilikinya.

Keinginan yang ada dalam diri manusia sebenarnya adalah hal yang baik. Coba bayangkan jika seseorang kehilangan keinginannya untuk makan dan mencari nafkah misalnya. Tentu tak lama lagi ia akan mati.

Orang yang Memiliki Sifat Ini, Haram Masuk Surga

Nabi Adam ‘Alaihis salam dan istrinya dikeluarkan oleh Allah Ta’ala dari surga lantaran mengikuti hawa nafsu. Keduanya ikuti bisikan setan, padahal jauh-jauh hari sudah diingatkan oleh-Nya. Namun, keduanya mendapatkan ampunan dari Allah ‘Azza wa Jalla sebab akui dosa, sungguh-sungguh bertaubat dan senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya.

Sedangkan Iblis laknatullah diharamkan masuk ke dalam surga dan terjamin atasnya neraka jahannam, sebab sombong. Bermula dari keengganannya menghormati Nabi Adam ‘Alaihis salam dengan bersujud, merasa diri lebih baik, hingga dinobatkan sebagai sosok yang kelak mencari sebanyak-banyaknya pengikut untuk dijerumuskan ke dalam neraka.

Nasihat Ibnul Qayyim: Jauhkanlah Diri dari Ujub

IBNUL Qayyim Al-Jauziyah memberi nasihat tentang keharusan untuk menjauhkan diri dari ujub.

– Jika Allah mudahkan bagimu mengerjakan sholat malam, maka janganlah memandang rendah orang-orang yang tidur.

– Jika Allah mudahkan bagimu melaksanakan puasa, maka janganlah memandang orang-orang yang tidak berpuasa dengan tatapan menyepelekan.

– Jika Allah memudahkan bagimu pintu untuk berjihad, maka janganlah memandang orang-orang yang tidak berjihad dengan pandangan meremehkan.